Minggu, 16 Januari 2011

BUKU PANDUAN MENTORING P3MBTA

 PANDUAN MENTORING 2011/2012






IDENTITAS PEMILIK

Nama Lengkap : ________________________________________________
TTL : ________________________________________________
Alamat Asal : ________________________________________________
Alamat Sekarang : ________________________________________________
No Telp / Hp : ________________________________________________
Prodi/Angkatan : ________________________________________________
Motto Hidup : ________________________________________________
Pesan/Kesan : ________________________________________________










Apabila saudara menemukan buku ini,
mohon dikembalikan ke alamat diatas.
Jazzakumullohu Khoiron Katsiron




DAFTAR ISI
Halaman Judul
Motto
Sambutan
Sekapur Sirih Penyusun
Daftar Isi

BAB I : MUQODDIMAH
A. Latar Belakang
B. Landasan Kegiatan
C. Tujuan P3MBTA
D. Sasaran dan Waktu
E. Bentuk Kegiatan
F. Struktur dan Tim P3MBTA

BAB II : PENDAMPINGAN PRAKTEK IBADAH
A. Thoharoh
B. Sholat Fardhu
C. Sholat Sunnah
D. Penyelenggaraan Jenazah
E. Penyembelihan Hewan Kurban
F. Khotbah Jumat dan Ceramah
G. Materi BTA dan Hafalan

BAB III : PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
A. Who I 'am ?
B. Self Development
C. Tawazun Fil Islam
D. Akhlak Islami

BAB IV : TSAQOFAH ISLAMIYAH
A. Materi Aqidah
B. Materi Al Islam
C. Materi Ar Rosul
D. Tarbiyah Islamiyah
E. Tarbiyah Ruhiyah
F. Kewajiban Berdakwah


BAB V : KHOTIMAH
A. Lembar Evaluasi
B. Suplemen P3MBTA
C. Kata Penutup
D. Daftar Pustaka


PROGRAM PENDAMPINGAN PELATIHAN MUHADHOROH DAN BACA TULIS AL QUR’AN ( P3MBTA )

Struktur Tim P3MBTA Periode 2009/2010

Penanggung jawab : Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi
Bp. Drs. Ahmad Hudaya
Ketua P3MBTA : Siti Isnaniah, S. Pd, M. Pd
Koordinator Pelaksana : Ani Sularsih
Sekretaris : Sri Utami
Bendahara : Melati Ambar wangi

Bid. Akademik/Kurikulum : Yuli Anto Fajar Mushola

Bid. Pencitraan Pengembangan Mentoring : M. Wahyu Fajar

Bid. Pengelolaan Mentor : Gunawan

Bid. Suplemen dan Pengembangan Potensi Mentoring : Joko Wahyono
Doni Purnomo


















SEKAPUR SIRIH PENYUSUN

Segala puji bagi Alloh SWT, Robb semesta alam, kami memuji Nya,memohon pertolongan kepada Nya,meminta ampun kepada Nya serta memohon perlindungan kepada Nya dari kejelekkan diri kami sendiri serta syaitan yang terkutuk. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada uswah hasanah kita Muhammad SAW beserta para keluarga,sahabat ,tabiin serta orang orang yang senantiasa memegang teguh sunnah nya sampai hari akhir nanti.
Alhamdulillah,kami panjatkan syukur kehadirat alloh yang telah memberikan kepada kami kemampuan serta kesempatan untuk dapat menyelesaikan buku panduan Program Pendampingan Pelatihan Muhadoroh dan Baca Tulis Al-Qur'an (P3MBTA) ini untuk yang pertama kalinya.
Bertolak dari keinginan untuk memberikan bekal bagi "da'i" di Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Surakarta agar memiliki kepribadian yang integral dan juga keinginan bersama untuk memperbaiki mutu out put Jurusan Dakwah dan Komunikasi yang selama ini di pandang seelah mata, untuk itu di susun lah buku ini sebagai panduan bagi kegiatan mentoring P3MBTA.
Dalam waktu yang cukup singkat serta kemampuan kami yang sangat terbatas akhirnya buku ini dapat di selesaikan. kami berharap buku ini untuk kedepannya dapat diperbaiki supaya lebih berkualitas, terarah dan mudah digunakan dalam rangka peningkatan kafaah diniyah dan akhlak mulia mahasiswa Jurusan Dakwah dan Komunikasi.
Kami mengucapkan Jazakumulloh Khoiron Katsiron kepada ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi ,tim penyusun Kurikulun Forum Komunikasi Mentoring (FKM), serta pihak pihak yang telah membantu baik materiil maupun non materiil atas penyusunan buku panduan ini semoga amal kebaikannya di terima oleh Alloh . Kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan buku panduan ini untuk kedepan nya sangat kami harapkan.dan terakhir semoga bermanfaat.
Sukoharjo, 11 Oktober 2009

Tim P3MBTA



























 LATAR BELAKANG
 LANDASAN KEGIATAN
 TUJUAN DAN TARGET
 SASARAN DAN WAKTU
 BENTUK KEGIATAN
 STRUKTUR DAN TIM P3MBTA

A. LATAR BELAKANG

Visi STAIN Surakarta adalah sebagai pusat Ilmu dan Budaya Islami ( Center of Knowledge and Islamic Culture ) dalam pandangan Islam, lembaga pendidikan formal termasuk di dalamnya perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transfer ilmu pengetahuan dan pengembangannya saja, melainkan juga sebagai tempat untuk pembentukan akhlak al karimah. dan lebih di tekankan lagi di perguruan tinggi agama islam dan apabila fungsi keterpaduan (ILMU + AMAL) mampu untuk dioptimalkan tidak menutup kemungkinan munculnya cendekiawan cendekiawan muslim yang tidak hanya cerdas secara teoristis tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu nya dalam tataran realita, sehingga di harapkan peradapan Islam yang pada saat ini mengalami kemunduruan dapat segera bangkit dan meraih kejayaan seperti yang telah terjadi pada masa Rosululloh dan para Sahabat nya.
Jurusan Tarbiyah merupakan salah satu bagian dari STAIN Surakarta yang mempunyai prosentase terbanyak dari segi jumlah mahasiswa nya hal ini salah satu nya karena adanya anggapan bahwa jurusan ini merupakan jurusan yang "menjanjikan" di masa yang akan datang. Sehingga banyak diantara lulusan baik itu MAN, SMU, SMK yang berbondong bondong untuk mengambil Jurusan ini. dalam realita kita melihat bahwa apa yang menjadi harapan dari jurusan ini yaitu mencetak guru yang profesional dan berakhlak mulia belum terwujud secara optimal sehingga program ini di cetuskan dalam rangka membantu untuk meningkatkan kompetensi lulusan Jurusan Tarbiyah yang selama ini masih "di bawah standar"
Fungsi pembinaan keagamaan bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam bukan hanya dari segi kognitif saja tetapi lebih merupakan penanaman spiritualitas yang bermuara pada pembentukan akhlak mulia (aklahqul karimah) selain itu dalam alquran Alloh SWT telah berfirman :" Dan siapakah yang lebih baik perkataan nya dari pada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal sholeh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri "( QS. Fuslilat :33 ) untuk itu diperlukan suatu program yang memberikan perhatian pada aspek pembentukan Akhlak Karimah selain itu mahasiswa yang merupakan Iron Stock bagi generasi yang akan datang perlu di bina dan dikembangkan potensi nya sehingga nantinya mampu menjadi pemimpin yang mampu membangun sebuah peradapan. dari sini kami bermaksud mengadakan kerjasama dengan Jurusan Tarbiyah yang tertuang dalam Program Pendampingan Pelatihan Muhadoroh dan Baca Tulis Al Qur'an (P3MBTA)


B. LANDASAN KEGIATAN
1. Firman Alloh Surat Al Fushilat ayat 33 :

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?


C. TUJUAN DAN TARGET

Tujuan yang akan di capai oleh peserta dalam proses P3MBTA yaitu
1. Memiliki aqidah,badah dan akhlak karimah
2. Menjadi pribadi yang mandiri dan berwawasan luas
3. Meningkatkan ukhuwah islamiyah dan menciptakan keharmonisan kampus
4. Menyalurkan sumbangan ilmu keagamaan yang di miliki secara dialogis sesama mahasiswa
5. Membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar keislaman baik secara ilmu dan amal (BTA,Pengembangan Kepribadian,Tsaqofah Islamiyah dan Praktek Ibadah)
Adapun target yang akan di capai adalah :
1. Teraktualisasikan nya nilai nilai islam dalam kehidupan mahasiswa peserta
2. Terciptanya social kultur yang kondusif di lungkungan kampus bagi peserta
3. Terlahirnya kesadaran peserta akan urgensi amar ma'ruf nahi mungkar
4. Terpenuhinya kompetensi mahasisiwa peserta baik kompetensi individual maupun kompetensi sosial



D. SASARAN DAN WAKTU
Sasaran secara umum peserta P3MBTA adalah mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 yang terdaftar di Jurusan Dakwah dan Komunikasi baik Prodi KPI maupun BKI, mahasiswa yang belum lulus P3MBTA .
Adapun waktu pelaksanaan program P3MBTA ini sesuai dengan yang di tetapkan oleh pihak jurusan adalah selama 1 tahun kalender akademik 22009/2010 dan akan di tindak lanjuti apabila di perlukan

E. BENTUK KEGIATAN
Program Pendampingan Pelatihan Muhadoroh dan Baca Tulis Al Qur'an (P3MBTA) merupakan usaha di pihak Jurusan dalam rangka meningkatkan kompentensi lulusan Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Surakarta yang secara Teknis dilaksanakan oleh tim P3MBTA .Pelaksanaan program ini terdiri dari kegiatan mentoring bagi seluruh peserta yang terdaftar di Jurusan Dakwah dan Komunikasi dan ikut dalam Placement Test yang di adakan oleh tim pelaksana ,kemudiaan akan dikelompokkan dengan system dinamika kelompok kecil yang terdiri 8-10 peserta setiap kelompok kemudian akan dipandu oleh seorang mentor yang telah di tunjuk oleh Tim pelaksana . Selain kegiatan di atas guna tercapainya tujuan dari pelaksanaan P3MBTA ini perlu untuk diadakan kegiatan penunjang berupa suplemen bagi para peserta dan para mentor dengan misal nya dengan mengadakan Out Bond, , AMT, Pelatihan Pengurusan Jenazah, Training Da'i yang kesemuaanya disesuaikan dengan kebutuhan dari para peserta maupun mentor.

F. STRUKTUR DAN TIM P3MBTA

Job Description :

1. Koordinator Pelaksana
a. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan P3MBTA.
b. Merencanakan, mengkoordinasikan dan membuat keputusan, seluruh kegiatan P3MBTA.

2. Sekretaris
a. Membantu coordinator pelaksana dalam koordinasi internal dan menyampaikan pertimbangan-pertimbangan kepada kordinator pelaksana mengenai kebijakan internal P3MBTA.
b. Menggantikan tugas koordinator pelaksana apabila berhalangan
c. Mengelola kearsipan dan administrasi P3MBTA.

3. Bendahara
a. Mengelola keuangan P3MBTA
b. Melakukan penggalian dana untuk kegiatan P3MBTA yang berasal dari donatur tetap dan non tetap

4. Bidang Akademik/Kurikulum
a. Menyusun Kalender akademik
b. Membuat sistem registrasi peserta
c. Memberikan pembekalan, suplemen dan pelatihan terhadap mentor
d. Membuat sistem pengelolaan folow up sebagai sarana regenerasi mentor
e. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi alur P3MBTA.
f. Bekerja sama dengan bidang pengelolaan mentor untuk merekrut mentor.
g. Bekerjasama dengan bidang suplemen dan pengembangan potensi mentoring dalam mengolah data peserta mentoring
h. Mengkaji dan menyusun buku panduan mentoring
i. Memantau jalannya kegiatan mentoring


5. Bidang Pencitraan dan Pengembangan Mentoring
a. Melakukan riset (penelitian untuk pengembangan) kegiatan mentoring
b. Membuat data base dan dokumentasi kegiatan mentoring
c. Melakukan sosialisasi dan aktualisasi kegiatan mentoring
d. Bertanggung jawab terhadap hubungan eksternal dan pencitraan mentoring
e. Membuat jaringan kerjasama dengan pihak eksternal
f. Mengusahakan pendanaan yang tidak mengikat



6. Bidang Pengelolaan Mentor
a. Memberikan suplemen kepada mentor
b. Bekerjasama dengan bidang akademik dalam mengontrol dan memantau implementasi kurikulum mentoring
c. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap mentor
d. Mengelola data base mentor
e. Bekerjasama dengan bidang lain dalam mengkoordinasikan korjur/korlas


7. Bidang Suplemen dan Pengembangan Potensi Mentoring
a. Membuat konsep, mensosialisasikan dan mengembangkan kegiatan dan suplemen kajian kelas
b. Menyediakan dan memperbarui bank data muwajih / Da’I
c. Melibatkan dosen dalam proses kajian kelas
d. Kajian kelas yang bersifat tematik sesuai dengan karakteristik fakultas masing – masing.
e. Melaksanakan grand opening di masing-masing jurusan
f. Melakukan pengelompokkan peserta mentoring
g. Membuat data base peserta mentoring
h. Melaksanakan kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas peserta mentoring
i. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan peserta mentoring
j. Melaksanakan sistem registrasi peserta mentoring
k. Bertanggung jawab atas pengarsipan nilai


8. Mentor
a. Sebagai pendamping yang terjun langsung menangani pembinaan peserta mentoring
b. Untuk membantu pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai keislaman serta ibadah praktik
c. Bertanggung jawab untuk menyukseskan kerja-kerja TIM mentoring (terlibat aktif dalam acara-acara yang diadakan mentoring, mudah diaktivasi dalam pengumpulan data lapangan

 PRAKTEK THOHAROH
 PRAKTEK SHOLAT FARDHU
 PRAKTEK SHOLAT SUNNAH
 PRAKTEK PENYELENGGARAAN JENAYAH
 PRAKTEK PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN
 PRAKTEK KHUTBAH JUM'AT DAN CERAMAH
 MATERI BTA DAN HAFALAN

A. PRAKTEK THOHAROH
1. PRAKTEK WUDHU
a. Niat yaitu menyegaja menghilangkan Hadast kecil kerena Alloh SWT
b. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali
c. Berkumur dan menghisap air dengan hidung kemudian menghembuskannya
d. Membasuh muka yaitu mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai dengan dagu dan mulai dari telinga kanan sampai telinga kiri.
e. Membasuh tangan kanan sampai siku siku kemudian baru tangan kiri
f. Mengusap kepala dengan kedua tangan dari muka kebelakang (sampai tengkuk) dan dari belakang kemuka kemudian memasukkan kedua jari telunjuk kedalam dua telingganya dan mengusap dua telingga bagian luar dengan dua ibu jari.
g. Membasuh kaki kanan sampai kedua mata kaki,kemudian kaki kiri seperti itu.
h. Tertib yaitu berurutan sesuai dengan aturan Alloh dalam surat Al Maidah ayat 6

2. PRAKTEK TAYAMMUM
a. Niat yaitu menyengaja dalam hati untuk menghilangkan hadast kecil atau besar dengan tayammum karena Alloh SWT
b. Kedua telapak tangan diletakkan diatas debu atau tanah yang suci kemudian di tiup agar tanah atau debu tidak terlalu tebal dan butiran butiran kasar tidak menempel .debu yang menempel pada kedua telapak tangan disapukan satu kali kemuka dengan merata kemudian bekas debu menyapu muka di bersihkan
c. Telapak tangan kembali diletakkan diatas debu yang suci untuk menyapu kedua tangan , diawali dengan tangan kanan kemudian tangan kiri.
d. Berdoa dengan lafazd doa sesudah wudhu

3. PRAKTEK MANDI BESAR
a. Niat mandi wajib
b. Menghilangkan najis yang ada pada badan.(membasuh kedua tangan kemudian menumpahkan air ketangan kiri lalu membasuh tempat najis/kemaluan kemudian wudhu )
c. Meratakan/menyiramkan air keseluruh anggota badan mulai dari rambut sampai ujung jari jari kaki
d. Membasuh kedua kaki.

B. PRAKTEK SHOLAT FARDHU
1. Niat mengerjakan sholat fardhu
2. Menghadap kiblat kemudian mengucapkan Takbiratul Ihrom
3. Mengarahkan pandangan kearah tempat sujud
4. Membaca doa Iftitah, doa Istiadzah, Basmalah kemudian surat al Fatihah
5. Setelah membaca al Fatihah hendaklah membaca surat atau ayat yang sudah dihafalnya
6. Kemudian ruku seraya mengucapkan Takbir dengan mengangkat kedua tangan nya sebentang bahu atau telingga dan membaca doa ruku’
7. Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan doa setelah tegak berdiri ,hendaklah ia membaca doa I’tidal
8. Kemudian sujud seraya mengucapkan takbir dan doa sujud
9. Kemudian bangkit dari sujud lalu duduk diantara dua sujud dengan bertelekan diatas telapak kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan dan membaca doa
10. Lalu sujud yang kedua sebagaimana yang dilakukan pada sujud yang pertama.
11. Kemudian bangkit dari sujud ntuk mengerjakan rekaat yang kedua dengan bertumpu pada kedua lutut nya seraya mengucapkan takbir
12. Lalu mengerjakan rekaat kedua sebagaimana yang di kerjakan nya pada rekaat yang pertama
13. Pada tasyahud awal hendaklah ia membaca sholawat dan doa
14. Pada duduk tasyahud akhir hendaklah ia bertawarruk dan membaca doa
15. Setelah itu memberikan salam kekanan dan kekiri
16. Hendaklah sesudah mengerjakan sholat ia melakukan dzikir sejenak.

C. PRAKTEK SHOLAT SHOLAT SUNNAH
A.SHOLAT HAJAT
a. Iqomah Sholat Hajat
b. Niat Sholat Hajat
c. Pelaksanaan : Surat yang dibaca ada bermacam macam tetapi surat atau ayat yang sering dibaca pada rekaat pertama adalah Ayat Kursi sementara rekaat kedua adalah surat al Kafirun . Pada sujud terakhir biasanya agak panjang karena ada tambahan bacaan :………
d. Membaca Doa Sholat Hajat

B.SHOLAT TASBIH
a. Niat Sholat Tasbih
b. pelaksanaan : sebanyak 4 rekaat .kekhusussan pada sholat tasbih ini adalah membaca tasbih sebanyak 75 kali pada setiap rekaat jadi jumlah nya 300 tasbih .adapun tasbih yang di baca adalah ……..
c. distribusi tasbih nya adalah sebagai berikut :
15 x Sesudah al Fatihah dan Surat
10 x Ketika ruku’
10 x Ketika I’tidal
10 x Ketika sujud pertama
10 x Ketika duduk antara dua sujud
10 x Ketika sujud kedua
10 x Ketika duduk istirahat

C.SHOLAT ISTIKHAROH
a. Sholat sunnah ini dikerjakan kapan saja ,siang maupun malam
b. Dikerjakan sebanyak 2 rekaat .biasanya rekaat pertama surat al Kafirun dan rekaat kedua surat al Ikhlas
c. Niat Sholat Istikharoh
d. Setelah selesai mengerjakan nya di sunatkan membaca doa

D. SHOLAT ISTIQO’
a. Sebelum melaksanakan sholat Sunnat Istiqo' imam memerintahkan kepada kaumnya untuk berpuasa selama 4 hari berturut turut dan menganjurkan untuk beramal baik seperti memperbanyak sedekah ,menjauhi segala perbuatan maksiat dan mengusahakan perdamaian bagi orang orang yang bersengketa.sholat dilakukan pada hari ke 4 puasa
b. Ketika akan melaksanakan sholat Imam dan Ulama supaya memerintahkan agar semua penduduk atau kaum untuk keluar rumah ketanah lapang untuk mengerjakan Sholat Istiqo'
c. Setelah sampai di lapangan langsung mengerjakan sholat sunnah Istiqo 2 rekaat dengan berjamaah
d. Niat Sholat Istiqo'
e. Setelah Takbiratul Ihrom membaca doa iftitah
f. Kemudian Imam membaca surat al Fatihah dan pada rekaat pertama di baca surat Al A'la . sedangkan pada rekaat kedua di baca surat al Ghosiyah. Bacaan ini dengan suara keras atau nyaring
g. Setelah selesai sholat Imam berdiri untuk menyampaikan Khutbah
h. Khutbah pertama di mulai dengan mambaca istigfar sebanyak 9 kali dan dilanjutkan dengan memberikan nasehat agar para jamaah bertaubat dan beramal kebaikan
i. Pada khutbah kedua membaca istigfar sebanyak 7 kali , Khotib hendak nya menghadap kiblat dan memindahkan selendang nya yang berada di kanan kekiri dan yang kiri menjadi sebelah kakan
j. Membaca doa sholat istiqo
E. SHOLAT GERHANA (KUSUF DAN KHUSUF)
a. Takbiratul Ihrom dengan mengangkat kedua tangan sambil berniat dalam hati
b. Setelah itu membaca doa Iftitah lalu surat al Fatihah,dan di sambung dengan salah satu surat dari al -Quran seperti sholat biasa
c. Setelah itu ruku', lalu kembali membaca surat al Fatehah dan membaca surat dari al Quran
d. Setelah ruku', i'tidal, sujud dan seterusnya seperti dalam sholat biasa
e. Setelah selesai sholat, lalu dilakukan khutbah .khutbah ini bisa di kerjakan oleh Imam atau di serahkan kepada orang lain. Isi khutbahnya nasehat sesuai dengan kepentingan itu seperti menganjurkan agar jamaah bertaubat dari kesalahannya, menyuruh beramal kebaikan, bersedekah dan sebagainya.
f. Sholat Gerhana Matahari (Kusuf) dikerjakan dengan membaca surat al Fatehah dan dari surat al Quran tidak perlu dikeraskan, sedangkan sholat gerhana bulan (khusuf) boleh di keraskan dalam membaca surat atau ayat dari al Quran dan di sunnahkan untuk membaca surat atau ayat yang panjang.

F. SHOLAT IED
a. Sebelum berangkat sholat dianjurkan mandi, berpakaian yang bersih dan bagus dan memakai wangi wangian .pada sholat Idul Fitri sebelum berangkat di sunnahkan sarapan terlebih dahulu,sedangkan pada sholat Idul Adha di sunnahkan untuk tidak makan dan minum hingga sholat selesai
b. Mengerjakan sholat Ied lebih baik di kerjakan di lapangan terbuka selagi tidak ada halangan misal nya turun hujan
c. Karena pada sholat ied tidak ada azan dan iqomah maka untuk menyeru jamaah di perintahkan dengan lafadz sebagai berikut.
d. Setelah mendengar ucapan tersebut seluruh jamaah berdiri pada shoff masing masing sambil menghadap kiblat dan Imam berdiri di depan
e. Imam dan makmum berniat mengerjakan sholat ied
f. Setelah takbiratul ihrom, lalu takbir 7 kali sebelum membaca surat al Fatehah pada rekaat pertama, dan lima kali pada rekat kedua .diantara takbir takbir membaca tasbih sebagai berikut
g. Sholat ied di kerjakan seperti sholat sholat biasa sampai mengucapkan salam
h. Selesai mengerjakan sholat dilakukan khutbah yang di sampaikan oleh Imam atau khotib. Isi khutbah antara lain mengenai Zakat Fitrah pada hari Idul Fitri dan mengenai kurban pada Idul Adha serta isi khutbah di sesuaikan dengan keadaan.

G. SHOLAT TAHAJJUD,WITIR DAN TARAWIH
a. Sholat Tahajud adalah sholat yang di kerjakan pada malam hari sesudah sholat Isya sampai terbit fajar.jumlah rekaat nya paling sedikit 2 rekaat dan maksimal tidak terbatas dilakukan sebaiknya setelah tidur dan waktu yang paling utama 1/3 malam terakhir (02.00 - 04.00 )
b. Cara mengerjakan :. berniat mengerjakan sholat tahajjud, disunnahkan membaca doa ketika bangun dari tidur, memulainya dengan mengerjakan sholat 2 rekaat seperti sholat subuh dan boleh menambah sesuai keinginan.
c. Sholat Tahajud diakhiri dengan sholat witir minimal 1 rekaat maksimal bilangan ganjil tidak terbatas.
d. Pada sholat tarawih pertama 8 rekaat dengan 4 kali salam ditambah 3 rekaat sholat witir dengan sekali salam atau 20 rekaat dengan 10 kali salam di tambah 3 rekaat sholat witir dengan 2 kali salam.


D. PRAKTEK PENYELENGGARAAN JENAZAH
Ketika seorang muslim meninggal dunia ,wajib bagi orang yang berada di dekatnya melakukan beberapa perkara :
1. Menutup mata si mayit
2. Melemaskan seluruh persendian agar tidak mengeras ,serta meletakkan sesuatu diatas perutnya agar tidak mengembung.
3. Menutup sekujur jasad si mayit dengan kain.
4. Menyegerakan penyelenggaraaan jenazah(memandikan,mengkafani,menysalatkan,dan menguburkan )
5. Memandikan jenazah dengan cara:pertama dianjurkan menutup aurat si mayit kemudian mengangkat kepala nya sampai seolah olah dalamposisi duduk lalu mengurut perutnya dengan perlahan untuk mengeluarkan kotoran dan hendaklah memperbanyak siraman air untuk membersihkan nya. Setelah itu mengucapkan basmalah lalu mewudhukan simayit setelah itu dianjurkan agar mencuci rambut dan jengotnya dengan daun bidara ( shammpo ) setelah itu membasuh sekujur jasad si mayit di mulai dari sebelah kanan dan mengulanginya sebanyak min.tiga kali ,untuk siraman yangterakhir adalah larutan kapur barus. Dianjurkan memotong kuku si mayit,mencukur bulu ketiak dan kemaluan,menyisir rambut si mayit setelah selesai hendaknya menyeka dengan handuk.
6. Mengkafani jenazah dengan cara : dianjurkan mengkafani dengan 3 helai kain kafan yang berwarna putih bagi jenayah laki laki dan 5 helai untuk jenayah perempuan. Kafan tersebut di bubuhi wawangian kemudian membalut jena dengan kain kafan tersebut. Pada lapis yang pertama di bubuhi wewangian khusus, kemudian letakkan simayit di atas kafan tersebut dalam posisi terlentang . Lalu letakkan kapas yang telah di bubuhi wewangian pada selangkangan simayit . Hendaklah menyediakan kain yang telah dibubuhi kapas untuk menutupi aurat simayit dengan melilitkan nya( seperti popok) kemudian hendaklah membubuhi wewangian pada lekuk lekuk wajah si mayit. Kemudian lembaran pertama di lipat dari sebelah kanan terlebih dahulu menyusul lembar kedua dan ketiga sepertihal nya lembaran yang pertama. Kemudian menambatkan tali tali pengikat nya yang berjumlah tujuh utas tali . Lalu gulunglah lebihan kain kafan pada ujung kepala dan kaki nya agar tidak lepas ikatan nya kemudian lipat kearah kaki dan arah kepala
7. Jenayah wanita dikafanai dengan lima helai kain yaitu kain sarung untuk menutupi bagian bawahnya , kerudung untuk menutupi bagian kepalanya, baju kurung (yang terbuka sisi kanan dan kiri nya serta dua helai kain yang di gunakan untuk menutupi sekujur tubuhnya.
8. Menyolatkan jenazah dengan cara : Imam hendaklah berdiri setentang dengan kepala si mayit bila jenayah laki laki dan berdiri tepat pada bagian tengah jenayah ,bila jenayah nya perempuan. Kemudian Imam takbir empat kali setelah takbir pertama membaca taawwudz, kemudian surat alfatihah, pada takbir kedua membaca sholawat nabi sebagai mana yang biasa di baca dalam tasyahud kemudian setelah takbir ketiga membaca doa dan setelah takbir keempat juga membaca doa lalu mengucapkan sekali salam kekanan. Pada setiap takbir mengangkat kedua tangan.
9. Menguburkan jenazah dengan cara memasukkan jenazah keliang lahat dari arah kaki keburan lalu di turunkan kedalam liang kubur secara perlahan , jika tidak memungkinkan boleh menurunkan nya dari arah kiblat . Disunnahkan mendalamkan lubang kubur dan petugas yang memasukkan jenayah keliang kubur hendaklah mengucapkan …………..disunnahkan juga membaringkan jenayah dengan bertumpu pada sisi kanan jasadnya (dalam posisi miring) dan menghadap kiblat,disunnahkan bagi pengirring untuk menaburkan 3 genggaman tanah keliang kubur dan terakhir hendaklah meninggikan makam kira kira sejengkal, sebagai tanda agar tidak di langgar kehormatan nya dan ditaburi kerikil dan batu pada bagian kepala nya agar mudah di kenali

E. PRAKTEK KHUTBAH JUM'AT DAN CERAMAH
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Khotib
A. RUKUN KHUTBAH JUMAT ADA 6 YAITU :
2. Memuji Alloh pada tiap tiap permulaan khutbah
3. Mengucapkan sholawat atas Rosululloh SAW dalam kedua khutbah
4. Berwasiat agar bertaqwa kepada Alloh
5. Membaca ayat Alquran disalah satu khutbah
6. Memohon ampun bagi kaum muslimin dan muslimat mukminin dan mukminat
7. Membaca Syahadatain

B. SYARAT DUA KHUTBAH
2. Khutbah dimulai sesudah masuk waktu dhuhur
3. Berkhutbah berdiri jika mampu
4. Khotib hendaklah duduk sebentar diantara dua khutbah
5. Hendaklah dengan suara yang terdengar oleh jamaah
6. Khotib hendaklah suci dari hadast dan najis
7. Khotib hendaklah menutup aurat dan berpakaian rapi.

G. PRAKTEK PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN
1. Menajamkan pisau yang digunakan untuk menyembelih
2. Mengiring hewan qurban ke tempat penyembelihan dengan baik
3. Membaringkan hewan qurban yang akan di sembelih
4. Tempat (bagian tubuh) yang di sembelih adalah disekitar kerongkongan
5. Hewan sembelihan dan penyembelih menghadap kearah kiblat (sisi kiri hewan menempel ketanah)
6. Meletakkan telapak kaki diatas sisi hewan sembelihan
7. Mengucapkan basmalah dan bertakbir
8. Penyembelihan terbaik adalah memotong al Hulkum (jalan pernafasan),al Mary (jalan makanan) dan al Wujdani (dua urat leher) sekaligus dalam satu gerakan.
9. Penyembelihan sapi ada caranya tersendiri

F. MATERI BTA DAN HAFALAN
A. ILMU TAJWID
a.Hukum Nun Mati dan Tanwin
Ada 4 hukum yang berkaitan dengan hukum Nun Mati dan Tanwin :
1. IDZHAR artinya jelas .apabila ada nun mati atau tanwin bertrmu dengan salah satu huruf idzhar ( ح خ ء ه ع غ ) maka membaca nya harus dengan jelas.
Contoh :
2. IDGHOM artinya memasukkan .kaidah ini ada 2 macam :
a. Idghom bi ghunnah artinya memasukkan dengan di sertai dengan denggung .apabila ada nun mati atau tanwin bertemu huruf ي ن م و maka di baca dengan di sertai denggung
Contoh :
b. Idghom bila ghunnah artinya memasukkan tanpa dengung apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ل ر dan maka di baca tanpa di sertai dengung
Contoh :
dalam al Quran ada beberapa kata yang tidak boleh di baca dengan kaidah ini akan tetapi harus dengan idzhar yaitu
3.IQLAB artinya mengubah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب maka berubah menjadi mim dan di sertai dengan denggung
Contoh :
4.IKHFA' artinya menutupi apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf huruf ikhfa' maka di baca dengan samar samar (antara idzhar dan idghom)
huruf hutruf ihkfa' ada 15 yaitu semua huruf selain huruf huruf diatas
Contoh :

b.Hukum Mim Mati
Apabila terdapat mim mati dalam Alquran maka hukum bacaan nya adalah sebagai berikut :
1. IKHFA' SYAFAWI yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan ba' maka cara membaca nya mim tampak samar di sertai dengan ghunnah.
Contoh :
2.IDGHOM MISLAIN yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan mim maka cara baca nya harus di sertai dengan dengungan.
Contoh :
3. IDZHAR SYAFAWI yaitu apabila terdapat mim mati bertemu dengan selain huruf diatas maka mim harus di baca jelas tanpa ghunnah terutama ketika bertemu dengan huruf fa' dan waw
Contoh:
c. Hukum Mad
Arti Mad menurut bahasa adalah tambahan sedangkan menurut istilah berarti memanjangkan suara dengan lama ketika mengucapkan huruf mad.
Huruf Mad ada 3 yaitu
- Waw sukun yang huruf sebelum nya berharokat Dhommah
- Ya' sukun yang huruf sebelum nya berharokat Kasroh
- Alif yang huruf sebelum nya berharokat Fathah

Adapun Mad terbagi menjadi 2 yaitu :
1.MAD THOBI'I atau Mad asli panjang nya 2 harokat
Contoh :
2 MAD FAR'I terbagi menjadi dua yaitu :
a. Mad yang di baca panjang karena bertemu dengan hamzah :
1.Mad Wajib Muttasil yaitu apabila mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata panjang nya 5 harokat ketika washol (terus) dan 6 harokat ketika waqof
Contoh :
2. Mad Jaiz Munfasil yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata yang terpisah panjang nya 2-5 harokat.pembacaan nya pun harus seragam kalau memulai dengan 2 harokat maka seterus nya harus di baca 2 harokat
Contoh :
3.Mad Shilah Thowilah yaitu apabila ha' dhomir bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah panjangnya sama dengan mad jaiz munfasil
Contoh :
4.Mad Badal yaitu apabila hamzah bertemu dengan huruf mad panjang nya 2 harokat :
Contoh :
b.Mad yang di baca panjang karena sukun:
1.Mad Arid lis Sukun yaitu apabila mad thobi'i jatuh sebelum huruf yang di waqofkan panjang nya 2-6 harokat.
Contoh :
2.Mad Layyin yaitu apabila berhenti pada suatu huruf yang sebelum nya wa sukun atau ya' sukun yang di dahului oleh huruf berharokat fathah panjang nya 2-6 harokat.
Contoh :
3. Mad Iwadz yaitu berhenti pada huruf yang bertanwin fathah panjang nya 2 harokat
Contoh :
4 Mad Tamkiin yaitu apabila ada ya' bertasdid bertemu dengan ya' sukun panjang nya 2 harokat
Contoh:
5.Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi yaituu apabila ada huruf sukun jatuih sesudah mad badakl panjang nya 6 harokat mad ini hanya terdapat di surat yunus ayat 51 dan 91
Contoh :
6.Mad Farq yaitu apabila terdapat huruf yang bertasdid jatuh setelah mad badal panjangnya 6 harokat mad ini hanya terdapat di surat al an'am ayat 143-144 surat yunus 59 dan surat an naml;59
Contoh :
7.Mad Lazim Harmiy Musyba' yaitu huruf huruf yang terdapat dalam pembukaan surat .huruf ini di baca 6 harokat yaitu huruf huruf
Contoh :
8.Mad Lazim Mukhofaf Harmiy yaitu huruf yang juga terdapat dalam pembukaan surat huruf ini di baca panjang nya 2 harokat yaitu huruf huruf :
Contoh :
Demikian kaidah kaidah dasar yang harus di perhatikan seorang muslim dalam membaca Al quran semakin ia paham tentang kaidah kaidah yang ada maka semakin tinggi pulalah kedudukan nya di hadapan Alloh. .Rosululloh SAW bersabda " Baca lah al Quran karena ia datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi orang orang yang mempelajari dan menaatinya (HR Muslim) dan "Orang yang mahir dalam membaca al Quran akan berkumpul dengan malaikat yang mulia dan taat sedang orang yang terbata bata dan berat jika membaca al Quran akan mendapat dua pahala"(HR Bukhori Muslim).

B. HAFALAN AYAT – AYAT dan HADITS – HADITS PILIHAN

1. Devinisi Dakwah
QS. Ar-ruum : 25
                 
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
2. Kewajiban Dakwah
QS. An Nahl : 125
             •     •       
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. Ali Imran : 104
  •             
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.
3. Medan Dakwah
QS. At tahrim : 6
        ••              
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
4. Kemenangan Dakwah
QS. Ali Imran : 125
                
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
QS. Al Anfal : 66
                             
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.





HADITS-HADITS :
1. Mengajak Kepada Kebaikan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ قَالَ : مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ اثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ اثَامِهِمْ شَيْئًا. (رواه مسلم واحمد وأبو داود والترمذي والدارمي)
Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “ barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka bagi dirinya pahala sebagaimana pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka atas dirinya dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Al Tirmidzi dan Al Darimi)
2. Iman Dalam Realitas Sosial
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ قَالَ : لَا يُؤْ مِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبُّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ . (رواه البخارى ومسلم واحمد والنسائى)
Dari Anas ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda : “tidak sempurna iman seorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai diri sendiri”. (HR. Al Bukhori, Muslim, Ahmad, dan Al Nasa’i)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِلْا خِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَا نَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِلْا خِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَا نَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِلْا خِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. (رواه البخارى ومسلم وابن ماجه)
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir bicaralah yang baik atau diamlah”. (HR. Al Bukhori, Muslim, dan Ibnu Majah)

3. Tingkah Laku Terpuji
عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سِمْعَانَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ عَنِ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ فَقَالَ الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ. (رواه مسلم)
Dari An Nawaas bin Sim’aan Al Anshari ra, ia berkata : aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebajikan dan dosa, jawab beliau SAW : “kebajikan adalah budi pekerti yang baik dan dosa adalah sesuatu yang meragukan di dalam hatimu dan engkau benci kalau manusia melihatnya”. (HR. Muslim)
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَاللهِ كَذَّابًا. (رواه البخارى ومسلم)
Dari Abdullah bin Mas’ud ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda : “sesungguhnya kejujuran itu menunjukan kepada kebajikan dan sesungguhnya kebajikan itu menunjukan kepada surge. Sesungguhnya seorang itu berbuat jujur sehingga ia menjadi orang yang sangat jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukan kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu menunjukan kepada neraka. Sesungguhnya seorang itu berbuat dusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta”. (HR. Al Bukhori dan Muslim)
4. Persaudaraan
عَنْ أَبِي مُوسَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ : الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. (متفق عليه)
Dari Abu Musa ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. (muttafaq ‘alaih)
5. Tata Pergaulan
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ : لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ, إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ انْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ. (متفق عليه)
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata : aku pernah mendengar Nabi SAW dalam khutbahnya bersabda : “jangan sekali-kali seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan kecuali bersama mahramnya dan janganlah seorang wanita bepergian, kecuali bersama mahramnya”. Seorang lelaki berdiri lalu berkata : “Ya Rasulullah! Isteriku telah keluar untuk mengerjakan ibadah haji, sedangkan aku wajib mengikuti beberapa peperangan. Beliau bersabda : “berangkatlah kamu untuk mengerjakan haji bersama isterimu”. (muttafaq ‘alaih)

II. HAFALAN 20 SURAT JUZ AMMA



































 WHO I'AM ?
 SELF DEVELOPMENT
 TAWAZUN FIL ISLAM
 AKHLAK ISLAMI












A. WHO I'AM ?
1. KONSEP DIRI
Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi kita tentang diri dapat bersifat fisik, psikologis, sosial, intelektual atau spiritual. Tanyakan pada diri anda: bagaimana watak saya sebenarnya?, apa yang membuat saya sedih atau bahagia?, bagaimana orang lain memandang saya?, apakah mereka membenci atau menyukai saya?, apakah saya tergolong orang yang sehat atau penyakitan? Kuat atau lemah?, Bagaimana Allah melihat saya?, Apakah Allah meridhai saya?, cerdas atau bodohkah saya?. Nah, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah bagian dari konsep diri anda. Konsep diri ini sangat mempengaruhi bagaimana kita bersikap dan bertingkah laku. Konsep diri ini akan membentuk selera dan kebiasaan-kebiasaan kita. Mempengaruhi kualitas kehidupan kita. Konsep diri kita saat ini merupakan irisan keempat unsur yaitu :
1. Diri riil. Yaitu diri nyata kita. Siapa kita senyatanya?.
Pengetahuan kita tentang siapa diri kita secara lebih objektif. Meskipun demikian, tidak setiap orang mampu melihat secara akurat siapa dirinya?. Karena itu Pengenalan diri akan menjadi perbincangan tersendiri setelah ini.
2. Diri ideal. Yaitu, Siapa kita seharasnya? Saya dapat menjadi apa?.
Ada harapan dan standar diri yang menjadi harapan dan cita-cita kita. Di sinilah pentingnya visi tentang diri dan kehidupan. Karena dia akan mengarahkan kita kemana pengembangan diri akan berjalan. Konsep diri seperti apa yang ingin kita bentuk?.
3. Citra Keluarga. Yaitu, siapa dan bagaimana kita menurut keluarga, khususnya orang tua.
Kontak paling awal dan paling kuat yang mempengaruhi konsep diri kita adalah orang tua. Merekalah orang pertama yang memberi informasi tentang kita, baik disadari maupun tidak. Itulah saat pertama kali kita merasa dicintai atau tidak. Diterima atau ditolak. Harapan-harapan mereka, norma-norma yang diajarkan, penilaian tentang kita dan bagaimana mereka bersikap akan mempengaruhi konsep diri kita. Begitu pula dengan anggapan anggota keluarga (adik dan kakak) yang lain.
4. Citra Kelompok / Teman-teman. Yaitu, Siapa kita menurut teman-teman bermain kita?.
Gambaran tentang diri kita juga dipengaruhi penilaian dan persepsi teman-teman kita terhadap kita. Jika kita merasa diterima, dihormati dan disenangi maka kita akan cenderung menerima, dan menyenangi diri kita pula.
Unsur lain yang termasuk kelompok ini adalah kelompok rujukan, yaitu kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Di sinilah pentingnya memiliki references group yang dapat menerima kita sekaligus memberi umpan balik dan masukan untuk pengembangan diri yang lebih baik. Sehingga kita bisa bercermin dari oranglain untuk menuju diri yang kita harapkan.




2. KONSEP DIRI MUSLIM
Konsep diri muslim dapat kita artikan sebagai bagaimana seharusnya seorang muslim? Dengan kemusliman ini, dapat menjadi apa kita?. Allah berfirman dalam QS. Al 'Ashr 1-3:
"Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kemgian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran"
Imam Syafi'I mengatakan bahwa seandainya Allah tidak menurunkan surat-surat lain selain surat ini, maka sudah cukuplah ia menjadi petunjuk (hujjah) bagi kehidupan manusia. Ada empat ciri orang yang beruntung, yaitu :
1. Beriman.
Iman dalam definisi para ulama adalah kebenaran yang dipahami dan kebenaran yang diyakini. Aspek rasional sekaligus emosional. Oleh sebab itu iman menyangkut pengetahuan akal sekaligus keyakinan hati.
2. Beramal Shalih.
Sebagai tindak lanjut dari keimanan, amal shalih berarti melakukan kebenaran-kebenaran sebagaimana yang telah dipahaminya tadi. Jika seseorang sudah beriman dan beramal shalih, menurut Ibnul Qoyyim berarti orang tersebut sudah shalih secara pribadi. Namun Islam tidak menghendaki seseorang menyimpan keshalihannya sendiri, tetapi ia harus mendistribusikan keshalihan tersebut kepada orang lain. Proses ini akan membuat kita menjadi shalih secara sosial. Ciri ini disebut dalam ciri berikutnya.
3. Saling Berwasiat dalam Kebenaran.
Kebenaran yang telah kita yakini dan amalkan. Jadi nilai kebenaran tersebut telah melewati tiga tahap dalam pribadi kita, yaitu kebenaran teoritis (pemahaman), kebenaran emosional (keyakinan) dan aplikatif (perbuatan). Pada tahap seperti inilah seseorang dapat merasakan manisnya iman. Dan secara sadar atau tidak sadar kita terdorong untuk mendistribusikan kenikmatan imaniyah itu kepada orang lain. Sehingga siapapun yang berbicara dengannya, mendengarkannya, dan melihat tingkah lakunya, ia akan mendapatkan pancaran kebenaran.
Beberapa meter dalam jarak anda adalah lingkaran kebenaran. Setiap kali orang lain masuk ke dalamnya akan merasakan pancaran kebenaran itu. Sehingga saling berwasiat dalam kebenaran itu tidak mengharuskan anda berceramah misalnya, tetapi dengan terciptanya lingkaran kebenaran tadi, orang lain akan memperoleh nilai kebenaran itu. Hal lainnya adalah, kata 'tawasau' secara etimologis dalam bahasa Arab mengharuskan pelakunya dua orang atau lebih. Ini berarti seorang muslim harus aktif bergaul dalam kehidupan sosial.
4. Saling berwasiat dalam kesabaran.
Jenjang selanjutnya yang merupakan konsekuensi logis seorang yang mengajak pada kebenaran adalah bersabar untuk menerima resiko dari peran aktif sosialnya.
Selanjutnya dapat dikelompokkan Tiga Kualiflkasi Manusia Muslim, yaitu :
1. Afiliasi.
Afiliasi adalah kita memahami dengan baik mengapa kita memilih Islam sebagai agama dan jalan hidup. Hal ini akan melahirkan tiga komitmen :
a. Komitmen Aqidah/Ideologi kepada Islam,
Dengan memahami ajaran Islam sebagai sistem dan tatanan kehidupan akan membuat kita membaca dan memahami berbagai peristiwa dan masalah kehidupan dalam kacamata Islam. Ini akan membentuk cara kita merasa.
b. Komitmen Metodologi/Syariah
Di sini kita harus betul-betul memahami bagaimana menjabarkan ideologi Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana ekonomi Islam, bagaimana membentuk keluarga Islami, bagaimana pendidikan Islami, bergaul Islami, dll. Kita dapat menunjukkannya tidak sebatas keyakinan umum saja. Ini akan membentuk cara kita berpikir.

c. Komitmen Sikap/Akhlak
Satuan-satuan kebenaran yang sudah kita yakini dan pahami itu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan penjelmaan dari apa yang kita pikirkan dan rasakan. hii membentuk cara kita bersikap/berakhlak.
2. Partisipasi
Di sini kita mulai terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat muslim sebagai salah satu peserta sosial yang sadar dan proaktif. Partisipasi ini haruslah partisipasi integral yang mengakar pada emosi kita. Karena itu perlu dimiliki:
a. Sense in-group yaitu Rasa keterlibatan dengan kaum muslimin.Memiliki rasa keprihatinan terhadap masalah-masalah kaum muslimin.
b. Memiliki sejumlah pengetahuan sosial-humaniora yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.Hal ini dibutuhkan agar keterlibatan kita dilakukan
secara sadar, terarah dan dewasa.
c. Mengetahui dan menguasai peta medan lingkungan sosial budaya dimana kita hidup. Hal ini dibutuhkan agar kita mengetahui cara memasuki dan mengubah masyarakat kearah Islam.
3. Kontribusi
Kontribusi adalah bahwa kita harus memilih satu bidang spesialis ihnu atau profesi yang kita yakini dapat menjadi titik unggul kontribusi kita. Kita tidak dapat menjadi segalanya dan tidak akan pernah sanggup melakukan segalanya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui dimana letak titik kekuatan kita dan memberikan karya terbaik kita bagi Islam. Ada banyak bidang kontribusi, di antaranya: bidang pemikiran dan ilmiah, kepemimpinan, profesi atau finansial. Pada tahap ini kita menjadi mujahid.
Bagaimana kita dapat mengadaptasi kualifikasi tersebut ke dalam ruang kepribadian kita?. Untuk dapat menyerap Islam ke dalam kepribadian kita, setiap kita harus :
a. Mengetahui konsep dirinya secara jelas (memahami diri kita sebagai wadah kepribadian)
b. Mengetahui model manusia muslim ideal (memahami Islam yang akan mengisi wadah kepribadian kita)
c. Melakukan proses pengadaptasian (usaha sadar untuk menyesuaikan antara isi dan wadahnya).


3. KONSEP DIRI NEGATIF dan KONSEP DIRI POSITIF
Kita cenderung bertingkah laku sesuai dengan konsep diri kita. Bila kita berpikir bahwa kita muslim yang baik, maka kita akan mampu mengendalikan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Bila kita merasa bodoh, maka kita akan berperilaku seperti orang bodoh. Inilah yang disebut kualitas konsep diri : Positif atau negatif. Ada beberapa ciri yang dapat kita jadikan dasar penilaian apakah seseorang memiliki konsep diri positif atau negatif.
1. Ciri Konsep Diri Negatif
1. Peka terhadap kritik. Koreksi seringkali dipersepsi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya. hii disebabkan ia tidak terlalu mengenal apa kekuatan dan kelemahan dirinya dan apa yang ia hargai dalam hidup.
2. Merespon pujian dari orang lain dengan sangat responsive dan antusias.
3. Hiperkritis. Meski sangat antusias dengan pujian, di sisi lain ia tidak pandai untuk menghargai dan mengakui kelebihan orang lain secara wajar dan berjiwa besar. Cenderung mengeluh, mencela dan meremahkan apa pun dan siapa pun.
4. Cenderung merasa tidak disenangi orang lain. Merasa tidak berharga dan menjadi 'korban'. Sehingga cenderung tidak hangat dan akrab.
5. Cenderung pesimis terhadap kompetisi karena menganggap tidak berdaya melawan persaingan
2. Ciri Konsep Diri Positif
1. Memiliki dan meyakini nilai dan prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya. Serta mampu mengevaluasi prinsip atau nilai yang salah bila terbukti demikian.
2. Mampu bertindak berdasarkan nilai dan prinsip yang ia yakini.
3. Tidak cemas terhadap masa lalu, masa depan dan apa yang ia nikmati sekarang
4. Yakin pada kemampuannya mengatasi masalah dan bias menerima kegagalan atau kemundurannya secara wajar.
5. Merasa penting dan bernilai bagi orang lain.
6. Menerima pujian dan penghargaan secra wajar
7. Cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya
8. Mengakui perasaan, dorongan dan keinginanya secara wajar
9. Menikmati pekerjaan, persahabatan, permainan
10. dan hal-hal lain secra penuh.
11. Peka terhadap kebutuhan orang lain.

4. PENGENALAN DIRI
Pengenalan diri adalah bagian terpenting dalam membangun konsep diri. Langkah awal untuk pengembangan diri dan peningkatan kualitas kepribadian. Manusia tanpa mengenal dirinya maka dia akan kebingungan untuk menempatkan dirinya dalam kehidupannya. Pengenalan diri adalah sebuah titik awal seseorang dapat melangkah lebih progressif dan penuh tanggung jawab.
Pengenalan diri bisa dikatakan bagaimana individu menyadari sepenuhnya diri baik sisi positif maupun negatif dan kenal dengan emosi-emosi yang ada pada dirinya. Individu yang mengenal dirinya akan selalu menyadari dan memonitor apa yang sedang dia rasakan, pikirkan dan lakukan. Keadaan ini akan menjadikan individu bisa menempatkan diri dalam kotak-kotak kehidupan dengan tepat. Individu juga akan mampu mengekspresikan emosi dalam situasi dan kondisi yang tepat pula.
Anis Matta (2000) mengatakan bahwa seseorang bisa menjadi pahlawan karena individu tersebut mengetahui letak kepahlawanan mereka. Sebab tidak ada orang yang bisa menjadi pahlawan dalam segal hal. Maka mereka menempatkan diri pada posisi dimana mereka bisa menjadi pahlawan. Mereka yang menjadi pahlawan dalam perang tidak akan pernah memaksakan dirinya untuk menjadi pahlawan dalam ilmu pengetahuan. Ini berarti para pahlawan mampu melakukan peniulaian terhadap diri mereka.
Lebih lanjut dikatakan oleh Anis, menilai diri adalah seni yang paling rumit dari sekian ketrampilan jiwa yang harus dimiliki oleh seorang pahlawan. Seni ini dimulai dari pengamatan yang mendalam tentang peta diri sendiri. Setelah itu berlanjut pada penemuan letak kepahlawanan mereka. Sampai disini seni terebut belum terlalu rumit. Seni itu menjadi rumit manakala memasuki penilaian tentang karya dan perbuatan mereka. Manusia mempunyai kecenderungan membesarkan diri melampaui kadar diri yang sebenarnya. Menjadi pahlawan menjadi kenyataan pada saat diri mampu menghadai dan mengendalikan kecenderungan ini.
Dan uraian di atas bisa dikatakan seseorang akan mencapai sesuatu dalam dirinya dan menemukan makna dalam kehidupannya manakala dia tepat mengenali diri. Pengenalan diri ini sungguh bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Mengenali diri juga berarti jujur terhadap diri. Mengenali diri juga berarti ikhlas menerima kelemahan diri dan sadar dengan kelemahan tersebut. Mengenali diri juga berarti siap untuk mengetahu kelebihan diri dan juga siap untuk melakukan pembukaan diri terhadap orang lain. Menyadari bagaimana kita bereaksi terhadap berbagai hal dan situasi, apa-apa yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai adalah langkah pertama ke arah pemahaman diri, dan pengubahan pola perilaku lebih efektif untuk sebuah hubungan yang terbuka dan lebih dalam dengan orang lain.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ? :
• 'Dengarkan' diri kita sendiri, dengan cara introspeksi diri dan mengungkapkan perasaan serta reaksi kita pada orang yang kita percaya. Ini akan menghasilkan pemahaman diri yang lebih dalam.
• Minta umpan balik dari orang lain tentang pandangan dan reaksi mereka terhadap diri kita.
Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengenali diri:
* Pembukaan diri (self disclosure),
Pembukaan diri adalah berusaha menerima penilaian dari orang lain yang berarti siap menerima kritikan/masukan mengenai diri kita baik dari segi postif maupun dari segi negatif. Pembukaan diri akan efektif jika diri siap untuk menerima respon yang diberikan orang lain terhadap diri ini. Kesiapan ini terwujud dengan tidak melakuian defence (pembelaan) terhadap diri saat kritikan datang kepada diri. Penerimaan yang tenang dan perenungan kemudian melakukan dialog dengan orang lain sehingga menghasilkan umpan balik (feed back) akan menjadikan pembukaan diri sebagai sarana yang efektif untuk mengenali diri. Untuk menumbuhkan iklim buka diri diperlukan kondisi : rasa aman, sikap terbuka, pola pikir positif terhadap orang lain, berani mengambil resiko. Hambatan yang sering terjadi sehingga membatasi seseorang untuk buka diri adalah : kerangka pikir yang merusak, perasaan dan tindakan tidak sehat, ketakutan akan gunjingan, rasa tidak aman, pengkondisian hal yang negative, tidak membiarkan suatu masalah berlalu
* Pemantauan diri (Self Monitoring),
Abdullah Gymnastiar, mengatakan bahwa diri kita sangat jarang menyadari apa yang sedang kita lakukan. Semisal membaca Bismillah terkadang bibir melafadzkan tapi pikiran dan hati terkadang tidak menyadari bahwa diri sedang melakukan aktivitas melafadzkan Bismillah. Padahal kesadaran terhadap aktivitas yang sedang kita lakukan adalah hal yang sangat penting yang membawa hadir beribu-ribu makna. Dari uraian ini dapat dikatakan sesungguhnya kesadaran terhadap semua tingkah laku adalah sumber pengenalan diri. Kesadaran ini akan menghantarkan individu untuk melakukan pemantauan diri. Dia tahu bahwa saat ini tubuhnya sedang melakukan sebuah aktivitas, kemudian dia juga tahu tentang apa yang dirasakan dengan aktivitasnya tersebut dan dia juga tahu apa yang sedang dia pikirkan saat mekakukan aktivitas tersebut. Dengan demikian diri akan menjadi pemantau terhdap diri dengan apa yang sedang terjadi dalam diri. Individu yang melakukan pemantauan akan segera dapat mengenali apa yang sedang terjadi dalam diri baik itu emosi, pikiran dankegiatan anggota tubuh. Dia juga akan mudah untuk memberikan label dengan apa yang sedang terjadi sehingga akan mudah menentukan apa yang hams dia akukan terhadap dirinya.




Lihat kembali apa yang Joe dan Harry lukiskan tentang empat daerah dalam diri kita

Saya tahu
Saya tidak tahu


Orang lain tahu
Orang lain tidak tahu
Daerah terbuka
Daerah buta

Daerah Tersembunyi
Daerah taksadar


Menjalin hubungan adalah memperluas daerah terbuka sekaligus mengurangi daerah buta dan tersembunyi kita masing-masing, dengan cara memberi dan menerima umpan balik. Sehingga sesudah hubungan berkembang, daerah terbuka akan meluas.
Kadang kala umpan balik yang keliru justru dapat membuat orang lain merasa tidak berharga dan demotivasi. Karena itu untuk Umpan balik yang positif, ada beberapa hal yang hams kita perhatikan:
 Arahkan pada perilaku bukan pada pribadi pelaku.
 Ungkapkan dalam bentuk deskripsi, bukan penilaian
 Pusatkan pada perilaku dalam situasi spesifik
 Berikan segera
 Sebagai upaya berbagi rasa
 Tidak memaksa dan memberondong
 Membutuhkan keikhlasan, pengertian, keterlibatan dan
keterampilan Hal Yang Mempengaruhi Pengenalan Diri:
 Nilai personal : akan menentukan standar dan penilaian moral
 Gaya berpikir : akan menentukan cara menerima dan mengolah informasi
 Orientasi terhadap perubahan : mencakup kemampuan adaptasi terhadap kondisi yang dihadapi
 Orientasi interpersonal: kecenderungan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cara tertentu Pengenalan potensi diri mencakup beberapa kemampuan dasar, antara lain:
 Inteligensi, kemampuan abstraksi, logika, daya tangkap
 Sikap kerja, antara lain : ketelitian, ketekunan, tempo kerja, dayajuang
 Kepribadian, antara lain : kondisi emosi, kepercayaan diri, kematangan sosial, hubungan interpersonal, motivasi, daya tahan terhadap stres, kemampan adaptasi
 Kemampuan kepemimpinan antara lain : negosiasi, kemampuan mempengaruhi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan.

5. MENILAI DIRI
Setiap pribadi memiliki kecerdasan. Sedangkan kecerdasan yang paling mendalam dan rahasia dalam diri manusia adalah kemampuan untuk merumuskan tujuan hidup.
• Falsafah hidup
Hidup merapakan proses jual beli (Tijaroh) dengan Allah swt, kemudian kita akan dibeli dengan harga tinggi. (QS. At Taubah: 111)
• Visi Hidup
Mencari ridlo Allah dan mengharap pertemuan dengan Allah. Setiap amal kita bukan karena sesuatu yang lain selain Allah.
• Misi Hidup
Ibadah7penghambaan, memuliakan Islam dan umat Islam (Izzul Islam wal muslimin).
• Strategi Hidup
Strategi yang digariskan adalah dengan melakukan amal shalih, ibadah karena Allah, tidak syirik, banyak berdzikir. (QS. Al Kahfi :110, QS. Al Ahzab : 21)
• Kredo, Jargon Hidup
Hidup mulia atau mati syahid, hidup adalah perjuangan, dan lain-lain. Anda mempunyai kebebasan dalam merumuskan kredo, ini sesuai dengan kemampuan Anda mengambil pengalaman dari proses belajar dalam hidup.
• Program Hidup
Buatlah program dan rencana program dalam persrpektif waktu dan frekuensi. Semua terserah kepada Anda. Ingat ! jangan sampai program Anda tidak mencerminkan misi hidup Anda, sehingga terjadi disorientasi dalam hidup.
Sesuatu yang sangat fundamental dalam membuat visi dan misi, bahwa orang muslim kerangka umumnya sudah ada dan ditentukan. Masalahnya adalah kemmapuan kita untuk menemukan kembali. Dalam lokakarya penulisan pernyataan misi pribadi, kita hanya membuat bahasa di atas sesuai dengan
zaman, keadaan, dan kemampuan kita dalam pemahaman hidup.

6. PENDIDIKAN DIRI
l.Mendidik Diri
Idealnya proses pendidikan dan "tholabul'ilmi" itu dapat berlangsung dengan adanya pendidik (guru atau pembimbing), murid (anak didik), sarana (buku, alat tulis, tempat belajar, dll) serta lingkungan yang mendukung. Namun adakalanya tidak tertutup kemungkinan elemen-elemen tersebut tidak tersedia secara lengkap sehingga proses pendidikan atau pembinaan terhambat. Adanya halangan atau hambatan tersebut tidak berarti proses pembinaan atau pendidikan harus berhenti. Sama sekali tidak. Akan tetapi harus terus berjalan, karena menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim/muslimah di sepanjang kehidupannya (madal hayah) dan minal mahdi ilallahdi (dari ayunan hingga Hang lahat).
Lalu bagaimana agar proses itu tetap berjalan dalam keterbatasan elemen yang ada ? Disinilah dibutuhkan pembinaan atau pendidikan secara mandiri oleh muslim atau muslimah.
Pendidikan secara mandiri adalah pendidikan yang dilakukan oleh setiap muslim itu secara mandiri, meski tanpa bimbingan guru secara langsung. Hal ini harus terus berjalan karena bersifat dharuriyat yaitu wajib ditunaikan tugas-tugas dan tanggung jawab sebagai setiap muslim/muslimah. Bahkan pendidikan secara mandiri bisa dikatakan inti dari proses pendidikan itu sendiri yang sangat menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam membentuk karakter kepribadiannya
Adapun ada beberapa cara dalam proses pendidikan secara mandiri untuk membentuk karakter kepribadian, yaitu:
. Percaya diri
Berapa banyak orang yang gagal memberikan kepercayaan terhadap diri sendiri. Konsep percaya diri yang dapat dikembangkan adalah :
 • Ketahuilah akar akar rasa takut (pemikiran yang keliru pengaturannya)
 • Lakukan apa yang Anda takutkan, maka rasa takut akan lenyap.cobalah bermain trust fall, yaitu menjatuhkan diri ke belakang di air.
 • Binalah kepercayaan diri dengan persiapan. Berkatalah dalam diri sendiri: " saya siap menghadapinya ....!"
 • Sadaplah pemikiran Anda untuk mendapatkan memori kemenangan, janganlah sesekali menarik memori kekalahan. Ingat, hanya Anda yang bisa mengontrol pemikiran Anda.
 • Kalau Anda ingin melakukan sesuatu, lakukanlah dengan tidak melanggar nilai syariat, moral, dan hukum.


 • Katakan pada diri Anda : " Kami adalah orang penting yang akan membicarakan sesuatu yang penting bagi kedua belah pihak".
 • Kembangkan penampilan yang penuh rasa percaya diri. Kemaslah diri Anda sedemikian rupa sehingga orang lain tertarik kepada Anda.
 • Beri mata Anda kekuatan dari jenis yang tepat dengan memikirkan hal baik dan positif.
 • Kerugian adalah sebuah pelajaran. Pelajarilah hal itu dan terus-menerus menuju kesuksesan yang lebih besar.
 • Milikilah prinsip : kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak ?
 • Apa yang kita pikirkan akan terjadi kenyataan pada masa yang akan datang. Jika kita tidak berpikir tentang sesuatu, maka kita tidak akan pernah sampai kepada sesuatu.
Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Keyakinan adalah
dasar balik segala-galanya. Tidak peduli bagaimana keadaan
sekarang, milikilah kekuatan batin untuk mengubah kehidupan
diri menjadi lebih baik.

Who i am / ? Sebenarnya, krisis kepercayaan diri tersebut disebabkan oleh tidak mengenalnya kita terhadap diri sendiri. Kebanyakan orang akan mengalami kesulitan untuk memaparkan kelebihan dan kelemahan yang ada pada dirinya.
2. Mendidik Hati Nurani
Didiklah hati nurani dengan :
1. Belajar mendengar dan memberikan tanggapan.
 Baca dan renungkanlah isi kebenaran mutlak (kitab suci), guna memperluas kesadaran kita akan prinsip-prinsip "kebenaran yang benar" secara berulang.
 Mengambil jarak dan belajar dari pengalaman kita sendiri.
 Mengamati pengalaman orang lain dengan seksama.
 Meluangkan waktu untuk merenung dan mendengar suara ke dalam batin kita.
 Menanggapi suara dari luar batin.
 Menajamkan kefitrahan diri, dengan memperbanyak berdialog terhadap diri sendiri.
 Merenung tentang diri dan tujuan hidup.
 Mengakui kesalahan sendiri dan segera bertaubat.
 Berjanji pada diri sendiri bahwa akan selalu berada dalam kebaikan. Menghibur diri jika merasa tertimpa musibah karena tujuan belum tercapai. 3. Membangkitkan potensi
 Hal yang penting dilakukan untuk pengembangan diri sehingga dapat membangkitkan potensi dasyat:
 Start your self (mulai dari dirimu)
 Start early (mulai seawall mungkin)
 Start small (mulai dari yang kecil)
 Start now (mulai sekarang juga)
 Be optimist (optimis)
 Be proactive (proaktif)
 Be positive thinking (berpikir positif)
 Just do it (lakukan)
 Be patient (sabar)
 Be passion (gairah, nafsu ingin menjadi besar)
 Meningkatkan Kehadiran Allah swt dalam Diri
Adakah suatu sarana dan waktu yang paling cocok untuk melakukan perenungan dalam menajamkan spirit kita kepada Allah dan menemukan diri kita. Temukan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup. Doa Ali ra. : "Wahai dunia, apakah kamu tampil ke hadapanku ataukah engkau rindu kepadaku? Tidak mungkin! Tidak mungkin! Perdayalah olehmu orang lain selain aku, aku telah menalak kamu tiga kali dan tidak ada rujuk padamu, umurmu pendek, kehidupanmu hina, bahayamu besar sekali. Betapa sedikit bekalku, betapa jauhnya perjalanan yang akan ditempuh, betapa sepinya perjalanan itu."



o Hal yang perlu dilakukan untuk merasakan kehadiran Allah adalah:
• Menempatkan hubungan dengan Allah sebagai hal yang utama.
• Bersungguh-sungguh berserah diri kepada Allah.
• Sabar dan taat kepada Allah.
• Rendah hati.
• Memiliki hati seorang hamba.
• Meyakini bahwa ketika kita mendekat kepada Allah, maka Allah lebih mendekat lagi.
• Selalu mengingat visi hidupnya ingin bertemu dengan Allah.
• Meningkatkan sifat ihsan.
• Memahami terkabuhiya doa oleh Allah.
• Selalu berdzikir dan wirid yang ma'tsur.
Wasiat Nabi: "Janganlah engkau mudah marah, janganlah engkau
mudah marah, janganlah engkau mudah marah". (Hadits)
Orang sukses tidak man membiarkan keadaan mengontrol
dirinya. Namim, mengetahiti bahwa dia memiliki tenagayang
bisa menguasai keadaan apapun yang dihadapi, bukanlah
jaminan sukses. Walaupun tenaga dalam ini dimiliki oleh semua
orang, tenaga tersebut tetap terpendam kalau tidak dipanggil.
Maka, bangkitkanlah potensi dengan menguatkan keinginan
untuk berubah. (Doug H, 2000, Anda adalah Apa yang Anda
Pikirkan).
7. PERENCANAAN DIRI
Agar hidup kita dapat lebih bermakna, maka kita harus mampu mengelola kehidupan dan waktu pribadi kita dengan optimal, yaitu melalui: • Siapkan daftar seluruh aktifitas sehari-hari Daftar aktifitas dibuat seringkas mungkin agar mudah diingat Tentukan waktu yang memadahi bagi setiap aktifitas dan pastikan permulaan dan akhirnya. Bagi seluruh aktifitas menurut pembagian geografisnya (menurut tempat pelaksanaannya) kemudian kerjakan secara berurutan untuk efisiensi waktu Jadikan daftar aktivitas Anda fleksibel; yaitu dapat dihapus atau ditambah jika diperlukan Sediakan waktu untuk kejadian tak terduga di agenda harian 1 Bersegera memanfaatkan sebagian aktivitas panjang untuk merealisasi aktivitas pendek
1 Buat aktivitas secara bervariasi, agar tidak monoton dan jenuh 1 Jadikan salah satu bagian dari program harian untuk proyek besar 1 Buat format yang baik untuk program harian Anda
Rahasia kesuksesan adalah kesiapan kita untuk menghadapi kesempatan jika ia datang. Dan kesempatan itu jarang mengetuk dua kali di pintu yang sama. Jika Anda menunggu suatu perubahan yang mujur, kesempatan menjadi sulit ditemukan. Kesempatan yang baik itu jarang, dan orang bijak tidak akan membiarkannya pergi begitu saja. Kesempatan biasanya terselubung sebagai kerja keras, sehingga orang tidak mengenalinya.
Supaya hidup teratur dengan terencana, maka perhatikan hal-hal berikut:
1. Buat planning ketika mendapatkan suasana yang enjoy, stabil, percaya diri, dan tidak kalut
2. Kumpulkan data tentang realitas yang ada atau pekerjaan yang ingin anda lakukan
3. Tentukan tujuan pekerj aan, lebih objektif, mengetahui sarana yang dibutuhkan.
4. Rencanakan waktu dan tempat untuk merealisasikannya.
5. Tentukan orang yang akan merealisasikan pekerjaan, pribadi atau kelompok
6. Rencanakan supervise : untuk mengontrol apakah telah dikerjakan.
7. Rencanakan mekanisme penilaian
8. Buatlah rencana atau janji secara tertulis, dan buatlah control tertulis, dan tulislah hukuman jika anda melanggarnya sendiri.





8. MENGELOLA DIRI
Untuk dapat mengelola diri, maka syarat penting adalah membangun rasa percaya diri yang tinggi. Untuk memperolehnya, maka:
1. Buat daftar keberhasilan; tuliskan dalam bidang apa saja Anda memiliki kemampuan istimewa
2. Bersikap optimis; ingatlah bahwa orang-orang yang sukses menghitung keberhasilan, bukan kegagalan.
3. Ubah sikap kita terhadap kegagalan; kegagalan hanyalah sebuah harga yang harus dibayar dan batu loncatan untuk mendapatkan keberhasilan yang lebih besar
4. Tidak lagi melihat kegagalan di manapun; buat komitmen untuk senantiasa menghargai diri sendiri dan merayakan keberadaan diri kita.
Sebab-sebab ketidakteraturan dan ketiadaan manajemen diri dalam hidup disebabkan karena:
1. Tidak adanya tujuan dan target yang spesifik
2. Tidak bersungguh-sungguh dalam menggunakan waktu dan terjebak dalam urusan yang sepele
3. Tidak mampu membedakan antara sesuatu yang kurang penting
4. Buruknya scheduling aktivitas
5. Tidak menyempurnakan pekerjaan (aktivitas)
6. Pengulangan satu aktivitas lebih dari sekali
7. Aktivitas tidak diatur terlebih saat merealisasikannya dengan pengaturan yang logis dan rapi
8. Pekerjaan dilakukan tanpa persiapan dan rencana
9. Tidak mampu mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya
10. Tidak memperbaiki prosedur secara regular terhadap pekerjaan rutirmya. Umumnya mereka terjebak monoto

B. SELF DEVELOPMENT
l. MANDIRI
Agar hidup layak dan berpenghasilan sehingga dapat lebih berguna, milikilah karakter berikut:
1. Gunakan kreatifitas dan inovasi untuk dapat menghasilkan keuangan-keuangan baru.
2. Miliki kegigihan, keuletan, dan kesabaran dalam proses mencari rizki.
3. Selalu berusaha dan mencari terobosan baru dalam mencari tambahan maisyah.
4. Menjauhi sumber penghasilan yang haram
5. Menj auhi dan memerangi riba.
6. Menjauhi judi dengan segala macamnya.
7. Menjauhi tindak penipuan; saat bisnis.
8. Menabung; meskipun sedikit.
9. Tidak menunda dalam melaksanakana hak orang lain.
10. Menjaga fasilitas umum dan fasilitas khusus.
11. Selalu bekerja, agar dapat berpenghasilan.
12. Tidak berambisi menjadi pegawai negeri.
13. Mengutamakan spesialisasi langka yang penting dan dinamis.
14. Berusaha memiliki spesialisasi.
15. Mengutamakan produk-produk Islam.
16. Bersemangat untuk memperbaiki kualitas produk dengan harga sesuai.
17. Tidak boros dalam hidup.
18. Tidak berhutang kecuali darurat.
19. Pandai berpenghasilan selain dari pekerjaanya.
20. Meraih keahlian lebih tinggi dalam spesialisasinya.
21. .Menanm saham (investasi) dengan nisbat tertentu dari pemasukannya.
22. Mengmbangkan hartanya pada proyek yang bermanfaat.
23. Pandai dalam mendapatkan haknya.
24. Melatih keluarganya (anak, istri) untuk memiliki penghasilan yang membuahkan.
25. Melatih dan mengelola orang.

2. BERWAWASAN LUAS
Karakteristik orang yang berwawasan luas antara lain :
 Baik dalam membaca dan menulis.
 Membaca satu tafsir Al Qur an dengan rutin.
 Memperhatikan hukum-hukum tilawah.
 Mengahfalkan hadits dengan mengutamakan maknanya.
 Mengkaji dan menguasai karakteristik dan marhalah Makkiyah dan Madaniyah.
 Mengenal 10 sahabat yang dijamin masuk syurga.
 Mengetahui hukum thaharah, shalat, puasa, zakat, dan haji.
 Membaca sesuatu di luar spesialisasinya.
 Memperluas wawasan diri dengan sarana-sarana baru (teknologi).
 Memahami zionisme, ghozwul fikri, dan organisasi-organisasi terselubung.
 Mengetahui bahaya pembatasan kelahiran.
 Menjadi pendengar yang baik.
 Dapat mengemukakan pendapatnya.
 Berpartisipasi dalam kerja-kerja jama'i.
 Mengaitkan antara Al Qur an dengan realitas.
 Mengenal sirah nabawiyah dan sirah sahabiyah.
 Mengetahui sisi-sisi syumuliyatul Islam.
 Mengetahui problematika kaum muslimin internal dan eksternal.
 Mengetahui apa kerugian dunia akibat kemunduran kaum muslimin.
 Mengetahui urgensi khilafah dan kesatuan kaum muslimin.
 Mengetahui arah-arah pemikiran Islam kontemporer.
 Selalul mengikuti perkembangan social masyarakat dan isu-isu umat dari buku, seminar, diskusi, dan lain-lain.
 Mampu berdiskusi dan berdebat pada sesuatu yang tidak benar
 dan membenarkannya. " Berpartisipasi dalam melontarkan dan memecahkan masalah
 Memiliki kemampuan mengulas apa yang ia baca.
3. IQRA'
• INQUIRY.
Model belajar inquiry adalah belajar mandiri dengan cara menggali dari apa yang kita lihat, dengar, baca, perhatikan, alami, rasakan. Selalu mengadakan penyelidikan atau menerapkan total tarbiyah dzatiyah. Dengan demikian, hendaknya setiap pembelajar selalu mandiri dalam mencari kebenaran, secara aktif mencari informasi untuk menjawab rasa ingin tahu yang timbul dalam dirinya. Model belajar inquiry yang paling hebat adalah Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan Allah atau sahabat Salman Al Farisi dalam mencari nabi Muhammad saw.
• QUESTION.
Model belajar yang tumbuh dari dalam diri, memenuhi rasa ingin tahu. Melakukan konfirmasi, membuat hipotesa, terus bertanya dalam memenuhi dan menciptakan kebutuhan. Ingat, ada sebuah hadits yang mengatakan ilmu itu perbendaharaan, sedangkan kuncinya adalah pertanyaan. Hendaknya setiap pembelajar selalu bertanya tentang apa untungnya saya ikut belajar, materi apakah yang paling saya butuhkan, bagaimana saya harus mampu menyelesaikan kebutuhan pribadi saya.
• REPEAT.
Model yang paling baik dalam belajar yaitu dengan melakukan review terhadap yang telah diterima. Hal ini agar data dari memori jangka pendek dapat bertahan ke jangka panjang, menguatkan memori, membuat mapping. Nabi Adam, setelah diajarkan Allah nama-nama benda, kemudian disuruh me-recall seluruh informasi yang telah diterima dengan menyampaikan kepada malaikat dan jin. Sebaiknya, setelah menerimam materi, setiap pembelajar tidak langsung membuang atau menyimpan catatannya, usahakan mengulangi walaupun sebentar dan menajamkan kembali dengan kata-katanya sendiri. Ingat, ulangi proses belajar kembali dan formulasikan dengan bahasa sendiri, maka ini akan lebih baik dalam memori. Jika ada yang tidak tahu, maka tanyakan kembali dan galilah materi tersebut pada siklus bertanya.

• ACTION.
Puncak belajar adalah amal, diperlukan aplikasi terhadap apa yang telah kita pahami, amal adalah buah ilmu, dengan penerpan amal maka kita akan kembali menemukan ilmu baru. Ingat, puncak ilmu adalah amal. Dengan amal maka kita akan melakukan sintesa antara teori dengan aplikasi. Pengalaman adalah guru terbaik. Kegagalan belajar adalah jika kita hanya mengumpulkan ilmu tanpa mengamalkannya.

4. MENERAPKAN FIKIR Dan DZIKIR
1. Menerapkan Fikir
• Fun, belajar dengan suasana yang senang, tidak tertekan, gembira, sehingga bisa konsentrasi dalam waktu yang lama
• Ijtihad, belajar dengan berpikir dalam kerangka nilai-nilia umum. Mengembangkan pola pikir yang kreatif. Lebih lanjut, pelajari konsep ijtihad di dalam Islam.
• Konsep, belajar dengan mengumpulkan rumusan, konsep, model, pola, teknik. Kata kuncinya adalah Anda mengumpulkan konsep sebanyak-banyaknya, milikilah kosakata sebnayak-banyaknya dari bahasa yang beraneka ragam.
• Imajinasi, belajar membangun imajinasi untuk menciptakan sesuatu ynag benar-benar baru.imajinasi dapat menghadirkan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada.
• Rapi, keterampilan manajemen dan organisasi bahan belajar Anda, pengetahuan Anda sangat penting untuk kesuksesan. Biasakan dengan Catalan yang baik, mampu mengorganisasi materi dengan baik.
2. Menerapkan Dzikir
• Doa, mintalah kepada Allah atas kelemahan dan kekurangan serta ketidaktahuan kita. Doa adalah kunci menajamkan tujuan akhir yang hendak kita capai.
• Ziarah, lakukan silaturahim kepada ahlinya, belajarlah kepadanya, dan jaga hubungan baik dengan semua orang. Diskusilah dengan orang pandai, maka kita akan mendapatkan pemikiran baru.
• Iman, keyakinan Anda akan pertolongan Allah dan kemampuan diri adalah kunci sukses yang sangat penting. Ini adalah kata kunci untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
• Komitmen, apapu teori Anda, jika kita tidak memiliki intregitas dan komitmen dalam beramal akan menuai kegagalan. Komitmen atau istiqomah adalah kunci sukses dalam belajar.
• Ikrar, yang Anda inginkan dan apa yang menjadi cita-cita, serta misi suci Anda perlu diikrarkan, ditulis, kalau perlu ada orang yang menyaksikan, sehingga dapat dijadikan saksi jika kita malas dan lemah semangat, atau kehilangan arah dan kendali.
• Realitas, pada akhirnya kita harus sadar dengan realitas yang kita hadapi. Kita berusaha, sedangkan Allah yang menentukan.
5. KREATIF
Ciri-ciri orang yang kreatif, emosinya :
o HASRAT, untuk mengubah hal-hal disekelilingnya menjadi lebih baik
o KEPEKAAN, bersikap terbuka dan tangap terhadap segala sesuatu
o MINAT, unuk menggali lebih dalam dari yang tampak di permukaan
o RASA INGIN TAHU, semangat yang tak pernah berhenti untuk mempertanyakan
o MENDALAM DALAM BERPIKIR, sikap yang mengarahkan untuk pemahaman yang mendalam
o KONSENTRASI, mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya.
o OPTIMISME, memadukan antusiame (kegairahan)
o TERTANTANG OLEH KEMAJEMUKAN, tertarik pada situasi dan masalah yang rumit
o BERSIFAT MENGHARGAI, menghargai kritik, bimbingan orang lain, maupun kemampuan dan bakat sendiri.
o TIDAK MUDAH PUAS, selalu ingin menguji jawaban dan alternative yang telah dibuat, selalu ingin mencari hal yang baru dan yang lebih baik, ingin selalu mencari terobosan untuk efektivitas dan efisiensi.
Sedangkan orang yang kreatif, biasanya memiliki ciri-ciri intelektul yang terdiri dari ;
o Berpikir lancar; mengajukan banyak pertanyaan, jawaban, dan gagasan.
o Berpikir luwes; menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang kreatif, dapat melihat dari sesuatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. Menganut konsep fleksibilitas konsep.
o Berpikir orisinil; mampu melahirkan ungkapan, gagasan baru yang unik, yang tidak lazim dipikirkan orang lain.
o Mengevaluasi; menentukan patokan penilaian sendiri, mampu mengambil keputusan pada situasi yang terbuka.
o Kritis; selalu terdorong untuk mengetahui segala hal.
o Imajinatif; membayangkan berbagai hal yang belum pernah terjadi.
o Mendeteksi; mempelajari serta merasakan berbagai kejanggalan yang terjadi.
o Melakukan verifikasi atau pengelompokan; memilah-milah kejanggalan dan sejenisnya.
o Melakukan analisis; menguraikan sebab-sebab serta segala sesuatu yang berkenaan dengan kejanggalan yang ditemukan.
o Melakukan sintesis; menghubungkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi sebagai langkah lanjut dari informasi hasil analisis, dengan memperhatikan atau menghubugkan hasil analisis dan sintesis ditemukan pemecahan masalah.




C. TAWAZUN FIL ISLAM

Tawazun artinya seimbang. Allah telah mengisyaratkan agar kita hidup seimbang, sebagaimana Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan. (QS.67:3)

Manusia dan agama Islam kedua-duanya merupakan ciptaan Allah yang sesuai dengan fitrah yang telah Allah tetapkan. Mustahil Allah menciptakan agama Islam untuk manusia yang tidak sesuai dengan fitrah tersebut (QS.30:30). Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia itu diciptakan sesuai dengan fitrah Allah yaitu memilki naluri beragama (agama tauhid : al-Islam) dan Allah menghendaki manusia untuk tetap dalam fitrah itu. Kalau ada manusia yang tidak beragama tauhid, itu hanyalah karena pengaruh lingkungan (Hadits,”Tiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (Islam) orangtuanyalah yang menjadikan ia sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”).
Sesuai dengan fitrah Allah,manusia memiliki tiga potensi, yaitu al-jasad (jasmani), al-aql (akal), dan ar-ruh (ruhani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Perintah untuk menegakkan neraca keseimbangan ini dapat dilihat pada QS.55:7-9.
Ketiga potensi ini membutuhkan makanannya masing-masing, yaitu sbb :
1. Jasmani
Jasmani atau fisik adalah amanah dari Allah swt,karena itu harus kita jaga . Dalam sebuah hadits dikatakan ,”Mu’min yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mu’min yang lemah.”(HR.Muslim), maka jasmani pun harus dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik) (QS.80:24,2:168), beristirahat (QS.78:9), kebutuhan biologis (QS.30:20-21) dan hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat.
2. Akal
Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardhi (wakil Allah di atas bumi) (QS.2:30;33:72). Kebutuhan akal adalah ilmu (QS.3:190) untuk pemenuhan sarana kehidupannya.
3. Ruh (hati)
Kebutuhannya adalah dzikrullah (QS.13:28;62:9-10). Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting, agar ruh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.
Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan ni’mat Allah, karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala ketawazunan akan menempatkan umat Islam menjadi umat pertengahan / ummatan wasathon (QS.2:143), yaitu umat yang seimbang.
Kebahagiaan pada diri manusia itu dapat berupa:
• Kebahagiaan bathin/jiwa, dalam bentuk ketenangan jiwa (QS.13:28)
• Kebahagiaan dzahir/gerak, dalam bentuk kesetabilan, ketenangan ibadah, bekerja dan aktivitas lainnya.
Dengan menyeimbangkan dirinya, maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri ni’mat Allah. Hamba/manusia seperti inilah yang disebut manusia seutuhnya.
Contoh-contoh manusia yang tidak tawazun
• Manusia Atheis: tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar).
• Manusia Materialis: mementingkan masalah jasmani/materi saja.
• Manusia Pantheis (kebatinan): bersandar pada hati/batinnya saja.

DISKUSI
1. Banyak artis yang hidup dengan kemewahan, namun akhirnya dia mati bunuh diri akibat over dosis obat-obatan terlarang (NAZA). Menurut kamu, apa sebenarnya arti kebahagiaan itu?
2. Sejujurnya, apakah kamu selama ini sudah hidup seimbang?
3. Coba diskusikan dengan temanmu, usaha-usaha apa saja yang sudah dan akan kamu lakukan agar hidup kamu seimbang?





D. AKHLAK ISLAMI
1. Definisi Akhlak
Allah adalah Khalik yang menciptakan segala sesuatu di luar diri-Nya. Sedangkan segala sesuatu yang diciptakan-Nya disebut makhluk. Manusia dan segala sesuatu yang menyertainya adalah juga makhluk. Sekarang akhlak. Apakah akhlak itu? Jawabannya mudah : Akhlak ialah semua tingkah laku dan gerak-gerik makhluk dan yang dimaksud makhluk di sini (telah dipersempit) ialah manusia (hanya menyangkut tingkah laku manusia saja).

2. Sumber Akhlak Islam
Akhlak yang benar akan terbentuk bila sumbernya benar. Sumber akhlak bagi seorang muslim adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Sehingga ukuran baik atau buruk, patut atau tidak secara utuh diukur dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan tradisi merupakan pelengkap selama hal itu tidak bertentangan dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber akhlak merupakan suatu kewajaran bahkan keharusan. Sebab keduanya berasal dari Allah dan oleh-Nya manusia diciptakan. Pasti ada kesesuaian antara manusia sebagai makhluk dengan sistem norma yang datang dari Allah SWT.

3. Faktor-faktor Pembentuk Akhlak
1. Al-Wiratsiyyah (Genetik)
• Misalnya: seseorang yang berasal dari daerah Sumatera Utara cenderung berbicara “keras”, tetapi hal ini bukan melegitimasi seorang muslim untuk berbicara keras atau kasar karena Islam dapat memperhalus dan memperbaikinya.
2. An-Nafsiyyah (Psikologis)
• Faktor ini berasal dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga (misalnya ibu dan ayah) tempat seseorang tumbuh dan berkembang sejak lahir. Semua anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (Hadits).
• Seseorang yang lahir dalam keluarga yang orangtuanya bercerai akan berbeda dengan keluarga yang orangtuanya lengkap.
3. Syari’ah Ijtima’iyyah (Sosial)
• Faktor lingkungan tempat seseorang mengaktualisasikan nilai-nilai yang ada pada dirinya berpengaruh pula dalam pembentukan akhlak seseorang.
4. Al-Qiyam (Nilai Islami)
• Nilai Islami akan membentuk akhlak Islami.Akhlak Islami ialah seperangkat tindakan/gaya hidup yang terpuji yang merupakan refleksi nilai-nilai Islam yang diyakini dengan motivasi semata-mata mencari keridhaan Allah.

4. Pentingnya Akhlak Islami
• Akhlak ialah salah satu faktor yang menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang. Akhlak yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syariah yang diyakini seseorang. Buruknya akhlak merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syariah. ”Paling sempurna orang mukmin imannya adalah yang paling luhur aqidahnya.”(HR.Tirmidi). ”Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik manusia keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya.”(HR.Thabrani, Ahmad dan Abu Ya’la)
• Akhlak adalah buah ibadah
• “Sesungguhnya shalat itu mencegah orang melakukan perbuatan keji dan munkar” (QS. 29:45)
• Keluhuran akhlak merupakan amal terberat hamba di akhirat
• “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)
• Akhlak merupakan lambang kualitas seorang manusia, masyarakat, umat karena itulah akhlak pulalah yang menentukan eksistensi seorang muslim sebagai makhluk Allah SWT.
• “Sesungguhnya termasuk insan pilihan di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya”(Muttafaq ‘alaih).

5. Cara Mencapai Akhlak Mulia
1. Menjadikan iman sebagai pondasi dan sumber
• Iman artinya percaya yaitu percaya bahwa Allah selalu melihat segala perbuatan manusia. Bila melakukan perbuatan baik, balasannya akan menyenangkan. Bila perbuatan jahat maka balasan pedih siap menanti. Hal ini akan melibatkan iman kepada Hari Akhir. Akhlak yang baik akan dibalas dengan syurga dan kenikmatannya (QS. 55:12-37). Begitu pula dengan akhlak yang buruk akan disiksa di neraka (QS. 22:19-22).
2. Pendekatan secara langsung
• Artinya melaui al-Qur’an.Sebagai seorang muslim harus menerima al-Qur’an secara mutlak dan menyeluruh. Jadi, apapun yang tertera di dalamnya wajib diikuti. Misalnya, al-Qur’an melarang untuk saling berburuk sangka (QS. 49:12), menyuruh memenuhi janji (QS. 23:8), dsb.
3. Pendekatan tidak secara langsung
• Yaitu dengan upaya mempelajari pengalaman masa lalu, yakni agar kejadian-kejadian malapetaka yang telah terjadi tak akan terulangi lagi di masa kini dan yang akan datang.
Dari hal di atas, intinya adalah latihan dan kesungguhan. Latihan artinya berusaha mengulang-ulang perbuatan yang akan dijadikan kebiasaan. Kemudian bersungguh-sungguh berkaitan dengan motivasi. Motivasi yang terbaik dan paling potensial adalah karena ingin memenuhi perintah Allah dan takut siksa-Nya.

DISKUSI
Bagaimana menurutmu bila ada orang yang mengatakan bahwa ada pacaran Islami. Apakah pacaran Islami sesuai dengan akhlak Islam?

































































 MATERI AQIDAH
 MATERI AL ISLAM
 MATERI AR ROSUL
 TARBIYAH ISLAMIYAH
 TARBIYAH RUHIYAH
 KEWAJIBAN BERDAKWAH










A. MATERI AQIDAH

1. AQIDAH ISLAMIY AH

TUJUAN
 Peserta memahami makna aqidah secara bahasa dan istilah
 Peserta memahami hubungan iman kepada Allah dengan aqidah lslam.
 Peserta memahami standard nilai aqidah lslam
 Peserta termotivasi untuk mengesakan Allah (tauhidullah)
 Peserta memahami makna dan jenis tauhid

METODE PENDEKATAN:
 Ceramah & diskusi

RINCIAN BAHASAN
Makna Aqidah
• Secara bahasa: 'Aqdun - 'Aqooid berarti akad atau ikatan. Ikatan yang mengikat manusia dengan aturan-aturan Allah dan nilai-nilai Islam.
• Secara istilah: aqidah ialah sesuatu yang wajib diyakini atau diimani tanpa keraguan
Hubungan Aqidah Islam dengan keimanan kepada Allah [ 4:136; 21:25; 16:35]. Aqidah merupakan misi da'wah yang dibawa oleh Rasul Allah yang pertama sampai dengan yang terakhir yang tidak berubah-ubah karena pergantian zaman dan tempat, atau karena perbedaan golongan atau masyarakat [42:13]. (Aqidah Islam, Sayid Sabiq, hal.18)
Hati merupakan standar penilaian aqidah [26:88-89], "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa atau bentuk kamu, tidak juga kepada jasadmu, tetapi Ia melihat kcpada hati dan perbuatanmu" (Hadits). Memahami aqidah dimulai dari tauhid [112:1-4]. Tauhid berasal dari kata wahhada yang berarti menjadikan satu.
Jenis tauhid:
• Tauhid Uluhiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan/ ilah)
• Tauhid Rububiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya Rabb) .
• Tauhid asma dan sifat Allah (Allah memiliki nama sifat yang tidak dimiliki oleh selain Nya) :

REFERENSI
• DR Ibrahim Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan, Pengantar Studi Aqidah lslam.
• Aqidah Seorang Muslim, Al-Ummah
• Sayid Sabiq, Aqidah Islam, Pola Hidup Manusia beriman, CV. Diponegoro







2. MA'RIFATULLAH

TUJUAN
 Peserta memahami makna dan maksud dari ma'rifatullah
 Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah
 Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah
 Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah
METODE PENDEKATAN
 Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna Ma'rifatullah
• Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).
Pentingnya Mengenal Allah
• Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya (QS 51:56) dan tidak tertipu oleh dunia .
• Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang [6:122] .
• Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:
a) Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.
b) Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.
Jalan untuk mengenal Allah
1. Lewat akal:
• Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini:
- fenomena terjadinya alam (52:35)
- fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
- fenomena kehidupan (24:45)
- fenomena petunjuk dan ilham (20:50)
- fenomena pengabulan doa (6:63)

• Ayat Qur'aniyah/ayat Allah di dalam Al-Qur’an:
- keindahan Al-Qur' an (2:23)
- pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
- pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)
2. Lewat memahami Asma’ul Husna:
- Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
- Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)
- Allah sebagai pemilik (2:284)
- dll. (59:22-24)

Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah
• Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
• Dzalim (QS 4:153) .
• Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
• Dusta (QS 7:176) .
• Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
• Berbuat kerusakan/Fasad .
• Lalai (QS 21:1-3) .
• Banyak berbuat ma’siyat .
• Ragu-ragu (QS 6:109-110)
Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka. (QS 2:6-7)

REFERENSI
Said Hawwa, Allah Jalla Jalaluhu
Aqidah Seorang Muslim 1, Al-Ummah

3. MAKNA ASYHADU

TUJUAN
 Peserta memahami makna syahadah baik secara bahasa maupun istilah
 peserta memahami pengaruh syahadah bagi kehidupan seorang mu’min

METODE PENDEKATAN
 Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN
• Secara bahasa Asyhadu berarti saya bersyahadah. Dalam bahasa Arab kata ini bereentuk Fi'il Mudhori' atau setara dengan Present Continuous Tense dalam bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan suatu aktifitas yang sedang berlangsung dan belum selesai.

Definisi Syahadah
• Secara bahasa:
1. Al-I'lanu (pernyataan) QS 3:64
Sebuah pernyataan, sekecil apapun memiliki konsekuensi yang harus dijalankan.
2. Al-Wa'du (anji) QS 7:172
Jika seseorang berjanji, selama janji itu belum direalisasikan maka seharusnya dia merasa berhutang. Karena janji adalah hutang dan hutang harus dibayar.
3. Al-Qosamu (sumpah)
Sumpah lebih berat dari sekedar pernyataan dan janji. Ia tidak diucapkan setiap saat. Hanya digunakan dalam situasi dan koNdisi yang diperlukan.
• Secara istilah: suatu pemyalaan, janji sek.nitas sumpah untuk beriman kepada Allah dan RasuI-Nya dengan:
1. Membenarka11dalam hati (At-Tasdiiqu bil Qolbi)
2. Dinyatakan dengan usan (Al-Qoulu bil Usan)
3. Dibuktikan dengan perbuatan (AL-"Amalu bil Arkan) lihat hadist 1
• Bersyahadah merupakan langkah awal untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Keimanan seseorang yang bersyahadah harus diikuti dan disempurnakan dengan sikap istiqomah. Karena tak ada iman tanpa istiqomah dan tiada istiqomah tanpa iman. Iman tanpa istiqomah adalah lemah dan tidak sempurna. Sedang istiqomah tanpa iman adalah kebatilan. (QS 41: 30, hadist 2)


Manusia istiqomah memiliki ciri-ciri:
1. Syaja’ah (berani) QS 2:147
2. Ithmi’nan (Tenang ) QS 13:28
3. Tafa'ul (Optimis)
• Sikap tersebut merupakan anugerah dari Allah bagi orang-orang istiqomah yang akan membawa mereka ke kebahagiaan hidup (Assa’adah) baik di dunia maupun di akhirat.

Jenis-jenis Syahadah
1. Syahadah Rububiyah
Pengakuan identitas terhadap Allah sebagai pencipta, pcmilik, pemelihara dan penguasa alam semesta QS 7:172
2. Syahadah Uluhiyah
Pengakuan loyalitas terhadap Allah sebagai satu-satunya supremasi yang boleh disembah dan ditaati QS 76:30
3. Syahadah Risalah
Pengakuan terhadap diri Muhammad SAW sebagai hamba dan utusanNya. Beliau adalah tokoh idola dan pahlawan terbaik bagi manusia QS 33:21
Catatan
1. Hadist 1: “Iman ialah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan rukun-Rukunnya” (HR Ibnu Hibban)
2. Hadist 2: (Tentang istiqomah): “Katakanlah kau beriman kepada Allah. Kemudian beristiqomahlah (dalam keimanan)” (Al-Hadist)

REFERENSI
• Paket BP Nurul Fikri, Syahadahmu syahadahku
• Muh. Said Al-Qathtani, Muhammad bin Abd. Wahhab, Muh. Qutb, Memurnikan Laa Ilaaha Ilallah
• DR. Ibrahim Muhammad bin Al-Buraikan, Pengantar Studi Aqidah Islam



4. MAKNA SYAHADATAIN

TUJUAN
 Peserta memahami makna dan hakikat dua kalimat syahadah
 Peserta mengetahui pengaruh dua kalimat syahadah bagi kehidupan orang mu'min

METODE PENDEKATAN
Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN
• Definisi Syahadatain
Syahadatain berarti dua kalimat syahadah. Dua syahadah yang dimaksud adalah syahadah syahadah dan syahadah risalah.

Syahadah Uluhiyah.
• Terdiri dari kalimat Laa Ilaaha Illallah. (QS 12:40; 47:19; 7:59; hadist 1; hadist 2)
- Laa berfungsi sebagai Kalimatun-Nafii (kata yang menolak)
- Ilaaha berfungsi sebagai Al-Munafii (yang ditolak) "
- Illa berfungsi sebagai Kalimatul-Itsbatu (kata yang ditolak)
- Allah berfungsi sebagai Al-Mutsbitu (yang dikukuhkan)
• Jadi, Syahadah Uluhiyah (Laa Ilaaha Illallah) merupakan penolakan terhadap seluruh bentuk Ilah yang diikuti dengan mengukuhkan Allah saja sebagai satu-satunya Ilah. (QS 14: 24-26; Lih. Fatwa Ibnu Taimiyah).
• Jika seseorang memulai dengan menegakkan Laa Ilaaha pada dirinya maka akan tumbuh Al-Baro’. Al-Baro' berarti memusuhi, membenci dan menghancurkan setiap Bentuk Ilah selain Allah.
• Ilah adalah sesuatu yang ditakuti, diharapkan, dicintai, ditaati dan disembah.
• Dengan membatalkan semua bentuk Ilah di luar Allah dan mengacuahkannya hanya untuk Allah, akan tumbuh Al-Wala’. Al-Wala' berarti loyalitas, siap memantau perintah Allah dengan penuh kecintaan dan ketaatan, mengabdi semata-mata kepada Allah dan tidak bersedia menjalankan perintah siapa pun, kapan pun, dimana pun juga, kecuali itu sesuai dengan perintah Allah.
• Jika seseorang telah memiliki prinsip bahwa tiada yang berhak untuk diabdi kecuali Allah (Laa ma'buda bihaqqin Illa Allah) barulah dapat dikatakan seorang mukhlisin (orang yang ikhlas) sejati. Orang-orang yang ikhlas inilah yang tidak akan pernah berhasil digoda oleh syaithan. (QS 38: 82-83)

Syahadah Risalah.
• Pengakuan 'persona garata' (orang yang dipercaya) terhadap Rasulullah sebagai duta Allah bagi alam semesta dan kesiapan untuk menjadikan beliau sebagai 'examplia gratia' (contoh/uswah) dalam setiap aspek kehidupan. (QS 21:1O7 ; 33:21 ; 68:4) .
• Jika seseorang muslim mengakui Nabi SAW sebagai persona garata dan siap menjadikannya sebagai exampliu gratia maka barulah dikatakan dia berwala' (loyal) kepada Rasulullah SAW.
• Berwala' kepada nabi berarti harus senantiasa ittiba' (mengikuti) kepada beliau dalam setiap aspek kehidupan. Karena Ittiba’ur Rasul merupakan bukti kecintaan dan ketaatan kepada nabi SAW.
Syahadah Uluhiyah dan risalah adalah suatu kesatuan (unity) yang tak dapat dipisahkan. Seorang muslim tidak dapat menerima hanya satu saja dari kedua syahadah itu. Jika seseorang hanya menerima syahadah uluhiyah saja berarti dia menjadi ingkar sunnah. Bila seseorang hanya menerima syahadah risalah saja berarti dia menjadi seorang Mohammedian. Keduanya tidak diperbolehkan dan bukan bagian dari ummat Islam.
Catatan:
1. Hadist 1: "Siapa yang mati dan dia tahu (meyakini) Laa Ilaaha Illallaah? niscaya dia akan masuk surga"
2. Hadist 2: "Siapa yang mengatakan bahwa tiada Ilah selain Allah niscaya akan masuk surga sesuatu dengau amalnya"
3. Fatwa Ibnu Taimiyah: "Tiada kesenangan dan kenikmatan yang sempurna bagi hati kecuali dalam kecintaan kepaada Allah dan bertaqarrub kepada-Nya dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya. Kecintaan takkan terjadi kecuali dengan berpaling dari kecintaan kepada selain-Nya. Inilah hakikat Laa Ilaaha Illallah. Inilah jalan Ibrahim dan semua nabi serta rasul."

REFERENSI
• Paket BP Nurul Fikri, Syahadahmu Syahadahku
• Muhammad bin Said bin Salim Al-Qathany, Loyalitas Muslim terhadap Islam
• Said Al-Qathany, Muhammad bin Abd. Wahhab, Muh. Qutb, Memurnikan Laa Ilaaha Illallah

B. MA’RIFATUL ISLAM

TUJUAN
 Peserta mengetahui pengertian diin menurut Al-Qur'an
 Mengetahui perbedaan dienullah dan dien ghoiru dienullah
 Mengetahui kesempurnaan ajaran Islam sehingga berusaha mengamalkan dan mempelajarinya.

METODE PENDEKATAN
 Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN
Ad-dien menurut Al-Qur’an
• Dienullah, DienuI Islam [48:28, 61:9] Dienullah dibawa oleh semua Rosul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul haq (dienus samaawi).
• Dienul ghoiru dienullah, bukan dari Allah. Jumlahnya lebih dari satu (QS. 48;28) hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut agama budaya (dienul ardli)
Ciri-ciri dienullah/dienus-Samaawi
• Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat. Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan.
• Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
• Konsep tentang Tuhannya adalah Tauhid.
• Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya.
• Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia
Ciri-ciri dienul ardli :
• Tumbuh dalam masyarakat.
• Tidak disampaikan oleh Rosul Allah.
• Umumnya tidak memilki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah.
• Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll.
• Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan masyarakat penganutnya
• Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan
Pengertian Islam secara Ethimologi/ Bahasa :
• Tunduk patuh, berserah diri (al-istislaam) [3:83].
• Damai (as-silm) .
• Bersih (as-saliim)
• Aturan Illahi yang diberikan kepada manusia yang berakal sehat untuk kebahagiaan hidup mereka di dunia dan akhirat..
• Ajaran lslam :
 Sesuai fitrah manusia QS. 30;10 Kepentingan seluruh manusia QS 34;28
 Rahmat seluruh alam QS 21;107
 Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia QS. 2;179
 Sangat sempurna QS. 5:3

REFERENSI
Diktat agama IPB, Uts. Didin Hafidhuddin







C. MA’RIFATUL RASUL

TUJUAN
 Peserta memahami makna risalah dan rasul
 Peserta memahami kewajiban beriman kepada rasul
 Peserta mengetahui tugas para rasul
 Peserta mengetahui sifat-sifat rasul

METODE PENDEKATAN
 Games
 Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN
Makna Risalah dan Rasul
• Risalah: Sesuatu yang diwahyukan A11ah SWT berupa prinsip hidup, moral, ibadah, aqidah untuk mengatur kehidupan manusia agar terwujud kebahagiaan di dunia dan akhirat.
• Rasul: Seorang laki-laki (21:7) yang diberi wahyu oleh Allah SWT yang berkewajiban untuk melaksanakannya dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia.
Pentingnya iman kepada Rasul
• Iman kepada para rasul adalah salah satu Rukun Iman. Seseorang tidak dianggap muslim dan mukmin kecuali ia beriman bahwa Allah mengutus para rasul yang menginterprestasikan hakekat yang sebenarnya dari agama Islam, yaitu Tauhidullah .
• Juga tidak dianggap beriman atau muslim kecuali ia beriman kepada seluruh rasul, dan tidak membedakan antara satu dengan yang lainnya. (Al-Asyqor:56)
Tugas para rasul
1. Menyampaikan (tablig) [5:67, 33:39]. Yang disampaikan berupa:
• Ma'rifatullah [6:102] (Mengenal hakikat Allah) .
• Tauhidullah [21:25] [Mengesakan Allah] .
• Basyir wa nadzir [6:48] (Memberi kabar gembira dan peringatan)
2. Mendidik dan Membimbing [62:2]
Sifat-sifat para rosul
1. Mereka adalah manusia (17:93-94,8:110]
2. Ma'shum [terjaga dari kesalahan] [3:161, 53:1-4]
3. Sebagai suri teladan [33:2l, 6:89-90]

REFERENSI
• Kelompok Studi Al-Ummah, Aqidah Seorang Muslim, hal. 60-71
• Al-Asyqor, Dr. Limar Sulaiman, Para Rasul dan Risalahnya, Pustaka Mantiq



D. PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM

TUJUAN
 Peserta memahami makna dan hakikat pendidikan Islam
 Peserta memahami sebab-sebab pentingnya pendidikan Is1am
 Peserta termotivasi untuk mengikuti pendidikan Islam

METODE PENDEKATAN .
 Ceramah
 Diskusi Kelompok

RINCIAN BAHASAN
Makna dan Hakikat Pendidikan Islam
• Dalam bahasa Arab pendidikan Islam disebut At-Tarbiyah Al-Islamiyah
• Secara bahasa, tarbiyah memiliki beberapa arti:
- Roba - Yarbu = tumbuh berkembang
- Robiya - Yarba = tumbuh secara Alami
- Robba - Yarubbu = memperbaiki, meningkatkan
Berarti proses pendidikan Islam seharusnya menumbuhkembangkan secara alami, juga sebagai proses perbaikan peningkatan diri bagi orang yang terubat di dalamnya. Pendidikan Islam bukan hal yang mengada-ada, dia memang ada.
• Secara istilah makna tarbiyah adalah:
1. Menyampaikan sesuatu sampai pada tingkat sempurna sedikit demi sedikit (Al-Baydowi)
2. Menumbuhkan sesuatu sedikit demi sedikit sampai dengan tahap sempurna (Al-Asmahadi)
Mengapa Pendidikan Islam diperlukan?
• Melihat kondisi nyata umat Islam
- Umat Islam tidak memahami Islam itu sendiri
- Akibatnya: umat terjebak dalam kondisi kebodohan, kelemahan dan kehinaan
- Umat Islam berada dalam kerusakan
- Penyebabnya:
1. Kecintaan kepada dunia yang berlebihan dan takut mati
2. Saling berpecah-belah
3. Mengkotak-kotakkan ajaran Islam
4. Meninggalkan jihad
• Hakikat jiwa manusia
- Memiliki kecenderungan untuk berbuat fujur (dosa)
- Terbuka untuk menerima hidayah (petunjuk)
Solusi : melihat kondisi umat saaat ini serta memperhatikann hakikat jiwa manusia maka dibutuhkan sebuah pendidikan Islam bagi umat Islam.
Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiya) harus bersifat :
• Kontinu (Mustamiroh)
• Membentuk syahsiyah Islamiyah bukan sekedar transfer ilmu (Takwiniyah)
• Bertahap /terprogram (mutadarrijah)
• Menyeluruh tidak parsial (Kaafah)

REFERENSI
• Abu Ridho; Tarbiyah Islamiyah



E. TARBIYAH RUHIYAH

TUJUAN
 Peserta memahami hakikat taqwa dan balasan bagi orang-orang yang bertaqwa
 Peserta mengetahui jalan mencapai sifat taqwa

METODE PENDEKATAN
 Ccramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN
Hakikat Taqwa
Ungkapan para sahabat dan ulama:
• Taqwa: merupakan konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh yang dipupuk dengan muraqabatullah, merasa takut terhadap murka dan azab-Nya dan selalu berharap atas limpahan karunia dan maghfirohNya.
• Taqwa: Hendaklah Allah tidak melihat kamu berada dalam larangan larangnn-Nya dan tidak kehilangan kamu di dalam perintah-pcrintahNya.
• Taqwa: Mencegah diri dari azab Allah dengan berbuat amal sholeh dan takut kepada-Nya di kala sepi ataupun terang-terangan.
• Taqwa: Hendaklah kamu berbuat dengan taat kepada Allah, berada di atas cahaya dari Allah, mengharap pahala Allah, meninggalkan kedurhakaan kepada Allah berdasarkan cahaya-Nya dan lakut kepada siksa-Nya (Ibnu Mas'ud)

Balasan bagi orang-orang bertaqwa
• Diberikan furqon dan diampuni dosanya (QS 8:29)
• Diberikan rahmat dancahaya hidayah dari Allah (QS 57:28)
• Diberikan jalan keluar dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS 65:2-3)
• Dimudahkan oleh Allah segala urusan (QS 65:4)
• Ditutupi kesalahan-kesalahan dan akan dilipatgandakan pahala baginya oleh Allah (QS 65:5)
• Mendapatkan berkah dari Allah (QS 7:96)
Jalan Menuju Taqwa
1. Mu’ahadah (mengingat perjanjian) QS 16:91
Caranya: Hendaklah seorang mu’min berkhalwat (menyendiri) untuk menginstropeksi diri. Hanya antara dia dengan Allah. Ingatlah bahwa setiap hari kita berjanji denga Allah minimal 17X dalam sholat. “Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin”.
2. Muraqabatullah (merasakan kesertaan Allah) QS 26:218-219
Makna: merasakan keagungan Allah di setiap waktu dan keadaan serta merasakan kcbersamaan-Nya di kala sepi ataupun ramai.
Cara : sebelum memulai sesuatu pekerjaan dan di saat mengerjakannya, hendaklah seorang mu’min memeriksa dirinya. Apakah setiap gerak dalam melaksanakan amal dan ketaatannya dimaksudkan untuk kepentingan pribadi dan mencari populariitas atau karena dorongan ridho Allah dan menghendaki pahala-Nya?
Macam-macam Muraqabatullah:
• Muraqabatullah dalam melaksanakan ketaatan: ikhlas
• Muraqabatullah dalam kemaksiatan: taubat, penyesalan dan meninggalkannya
• Muraqabatullah dalam hal yang mubah: menjaga adab-adab terhadap Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya
• Muraqabatullah dalam musibah: ridho kepada ketentuan Allah serta memohon pertolongan-Nya dengan penuh kesabaran
3. Muhasabah (Instrospeksi diri) QS 59:18
Cara: Hendaklah seorang mu'min menghisab dirinya ketika selesai melakukan amal perbuatan: Apakah tujuan amalnya untuk meudapatkan ridho Allah? Atau apakah amalnya dirembesi sifat riya' ? Apakah ia sudah memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak-manusia ?
4. Mu’aqobah (Pemberian Sanksi) QS 2:179
Tujuan: Jika seorang mu'min berbuat kesalahan maka tak pantas bentuk membiarkannya, sebab akan mempermudah terlanggarnya kesalahan yang lain dan akan sulit meninggalkannya. Karena jika seseorang melakukan maksiat biasanya akan diikuti dengan maksiat yang lain (Lih. Perkataan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah)
Syarat: sanksi ini harus dengan sesuatu yang mubah, tidak boleh dengan yang haram atau mencelakakan (QS 2:195; 4:29)
5. Mujahadah ( optimalisasi) QS 29:69
Caranya: Apabila seorang mu’min terseret dalam kemalasan, santai, cinta dunia, dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah serta ketaatan yang lainnya tepat pada waktunya; maka ia harus memaksa dirinya melakukan amalan-amalan sunnah lebih banyak dari sebelumnya
Hal-hal yang harus diperhatikan:
• Hendaklah amal-amal yang sunnah tidak membuatnya lupa akan kewajiban yang lainnya
• Tidak memaksakan diri dengan amal-amal sunnah yang di luar kemampuannya

Catatan:
Perkataan Ibnul Qoyyim A: Pada dasamya manusia ynng sudah terperangkap dalam kemaksiatan akan merasa sulit untuk keluar dan melepaskan diri darinya sebagaiman diucapkan oleh ulama salaf :
“Diantara dampak negatif maksiat adalah menimbulkan maksiat yang lain. Sedangkan pengaruh kebaikan adalah mendatangkan kebaikan berikutnya. Maka jika seorang hamba melakukan suatu kebaikan, kebaikan yang lainnya akan meminta untuk dilakukan, begitu seterusnya hingga hamba tersebnt memperoleh keuntungan ynng berlipat ganda dan kebaikan yang tiada sedikit. Begitu pula hamya dengan kemaksiatan. Dengan demikian, ketaatan dan kemaksiatan merupakan sifat yang kokoh dan kuat serta menjadi kebiasaan yang teguh pada diri si pelaku”.

REFERENSI
• Dr. Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyah Ruhiyah: Petunjuk praktis Mencapai Derajat Taqwa
• AL-Hafidz Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Akibat Berbuat Maksiat.



F. KEWAJIBAN BERDAKWAH

TUJUAN
 Peserta memahami makna dakwah baik secara bahasa muupun istilah
 Peserta mengetahui keutamaan dan pentingnya dakwah
 Peserta mengetahui faktor pendukung keberhasilan dakwah

METODE
Ceramah dan Diskusi.

RINCIAN BAHASAN
Pengertian Dakwah
Secara bahasa dakwah artinya adalah undangan atau ajakan. Secara istilah artinya adalah mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan bantahan (argumentasi) dengan cara yang baik sampai manusia itu keluar dari kegelapan jahiliyyah kepada cahaya Islam (kehidupan Islami), mengkafirkan thoghut dan beriman kepada Allah semuta [16:125; 2:256]
• Tujuan dakwah
Tujuan akhir dari dakwah adalah mengembalikan manusia agar menyembah Allah semata.
• Objek dakwah
Objek dukwah adalah seluruh umat manusia.
• Metode dakwah
Metode yang diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah dengan menggunakan hikmah dan pelajarann yang baik. Hikmah adalah perkataan yang tepat, ttgas, dan benar, yang dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil. Aspek tepat dalam hal ini berkaitan dengan penggunaan kabar gembira (basyiron) dan kubar peringatan (nadziroh). Yang dimaksud dengan pelajaran yang baik dulam dakwah adalah berdakwah dengan seluruh kepribaian juru dakwah. Dalam hal ini seorang da’i harus memiliki akhlak yang kokoh dan harus menjadi suri tauladan bagi masyarakatnya.
• Target dakwah:
- Agar manusia mengingkari thogut (ilah selain Allah) dan beriman kepda Allah
- Agar manusia keluar dari kegelapan jahiliyyah kebodohan terhadap Allah dan Islam) menuju cahaya Islam.
Keutamaan Dakwah
• Merupakan perbuatan/perkataan yang terabik [41:33 ; 33:45-46]
• Merupakan salah satu jalan menuju kebaikan. Dari Abu Hurairah ra, Rusulullah SAW bersabda,”Barang siapa menyurah kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang seikitpun dari pahala mereka.” (HR Muslim)
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Ali ra : "Demi Allah jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu itu lebih baik daripada unta merah." (HR Muttafaqun 'alaih)

Pentingnya Dakwah
• Merupakan kebutuhan yang mendesak, karena tanpa dakwah manusia akan rusak dan tanpa aturan. Di lain pihak banyak penyeru/pengajak ke arah kebatilan jang tidak henti-hentinya jugu berdakwah untuk kebatilan.
• Merupakan kebutuhan sosial, yaitu dengan alasan:
- Karena manusia membutuhkan orang yang menjelaska kepada mereka apa-apa yang diperintahkan oleh Allah [36:6; 17:15].
- Karena kondisi kehidupan umat saat ini diwarnai oleh kerusakan-kerusakan moral, dan para pelakunya ingin agar kerusakan-keruakan tersebut tersebar di masyarakat [4:89; 9:67].
• Kewajiban yang dituntut syar'i.
- Da'wah adalah wajib atas setiap muslim [3:104,110 ; 9:71]. Dari Amad Nu’man nin Basyir r.a., ia berucap bahwa Nabi SAW bersabda: "Perumpamaan orang yaug senantiasa melaksanakan hukum Allah dan orang yang terperosok di dalamnya adaldah laksana orang-orang membagi tempat daldam suatu bahtera, dimana ada bagian yang duduk di atasnya, ada pula yang duduk di bawahnya. Ketika orang-rang yang ada di bagian memerlukan air, tentu mereka harus melintasi orang-rang yang ada di bagian atas. Kemudian mereka berkata,“Kami akan lubangi saja bagian bawah itu.” Jika mereka (orang-orang yang ada di bagian atas) membiarkan apa yang diinginkan oleh orang-orang yang ada di bawah niscaya akan binasalah semua. Namun bila mereka menegah perbuatan mereka, maka akan selamat dan selamatlah semua " (HR Imam Bukhari da Tirmidzi)
- Dari Abu Sa'id al Khudri ra, ia berucap, Kudengar Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya. Dan yang demikian itu selemah-lemahnya iman.” (HR Imam Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

• Adanya ancaman bagi yang tidak berdakwah, lihat QS 2:174; 3:187; 14:44
• Merupakan tugas kita untuk meneruskan misi perjuangan para nabi dan rasul [42:13]
Dakwah merupakan aktivitas yang mulia dan luhur, tetapi juga merupakan kewajiban yang berat. Agar dakwah ini berhasil ia membutuhkan pribadi yang tangguh untuk memikulnya. Untuk itu dibutuhkan faktor-faktor pendukung keberhasilan dakwah yaitu sebagai berikut :
1. Al- Fahmu Ad-Daqiq (Pemahaman yang rinci)
2. Al- Imam Al-'Amiiq (Keimanan yang dalam)
3. Al- Hubb Al-Watsiiq (Kecintaan yang kokoh)
4. Al- Wahyu Al-Kaamil (Kesadaran yang sempurna)
5. Al-'Amal Al-Mutawashil (Kerja yang kontinyu)

REFERENSI
Dr. Fadhl Ilahy, Menggugah Semangat Berdakwah, Khazanah Ilmu
Jum'ah Amin Abdul Aziz, Fiqh Da'wah, Citra Islami Press
Panduan Aktivis Harokah,

 SUPLEMEN P3MBTA
 LEMBAR EVALUASI
 KATA PENUTUP
 DAFTAR PUSTAKA

KETERANGAN :
1. Satu tabel penilaian untuk satu peserta P3MBTA
2. Penilaian dilakukan setiap kali tatap muka/ pertemuan P3MBTA
Tilawah (T) : motivasi membaca, tajwid, makhorijul huruf, dan kelancaran membaca Al-Qur’an (setiap pertemuan)
Kultum (K) : penyaampaian kultum dan materi ynag disampaikan
Diskusi (D) : partisipasi dan keaktifan peserta
Evaluasi (E) : pemahaman peserta dan target amalan pribadi
Presensi (P) : kehadiran peserta
3. Penilaian :
Skor masing—masing jenis penilaian (per pertemuan) maks 10
Rata – rata :
(T,K,D,E) #######


Banyaknya penilaian

Nama : NIM :
Jenis Pertemuan ke - Jml Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
T
K
D
E
P
Jumlah Rata-Rata
Nilai Huruf jumlah Rata-Rata/ 5

Nama : NIM :
Jenis Pertemuan ke - Jml Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
T
K
D
E
P
Jumlah Rata-Rata
Nilai Huruf jumlah Rata-Rata/ 5
PENUTUP PENUTUP
Suasana education culture yang tercipta di kampus merupakan sesuatu yang sangat penting untuk itu berusaha untuk membiasakan diri di lingkungan kampus dalam penguatan ukhuwah islamiyah antar sesama mahasiswa merupakan hal yang harus diusahakan agar nanti nya tercipta kebiasaan positif dalam iklim yang positif yang satu sama lain saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran bukan hanya kritik yang pedas dan menyakitkan hati.
Program Pendampingan Pelatihan Muhadhoroh Baca Tulis Al Qur’an ( P3MBTA ) yang di adakan di jurusan Dakwah dan Komunikasi ini merupakan usaha untuk menciptakan education culture serta suasana saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran antar mahasiswa dengan iklim yang baik insya Alloh potensi mahasiswa baik itu ruhiyah,aqliyah maupun jasadiyah akan dapat berkembang dengan baik dengan P3MBTA yang masih sangat awal ini kami berharap dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan terakhir " tiada gading yang tak retak ' no body perfect kami selaku tim pelaksana P3MBTA mempunyai harapan yang besar untuk mendapatkan masukan,bimbingan serta saran baik dari pihak jurusan maupun pihak pihak yang lain karena kita bersama menuju kebaikan.
Demikian buku panduan yang masih sangat sederhana ini kami buat .bila ada kekeliruan atau ketidak sempurnaa di dalam nya kami mohon maaf .




Tim P3MBTA Tahun 2009/2010
DAFTAR PUSTAKA

REFERENSI
Al-Qadiry, Seimbanglah dalam Beragama,Jakarta:GIP
Silabus Materi Mentoring th 1994/1995
4. Maroji’
1. Irwan Prayitno, Dr, Al-Ghozwul Al-Fikri, Seri 7, Pustaka Tarbiatuna, Jakarta, 2003
2. Rifyak Ka’bah, Islam dan Serangan Pemikiran, Granada Nadia, Jakarta, 1994
3. Adnan M. Wizan, Dr, Akar Gerakan Orientalisme, Fajar Pustaka Baru, Yogyakarta,
2003
4. Abu Ridho, Pengantar Memahami Al-Ghazwul Al-Fikri, Seri 01, Ishlahy Press,
Jakarta, 1995
5. Abu Ridho, Rencana Zionis Melumpuhkan Syakhsiyah Islamiyah, Jakarta: SIDIK,
1995

REFERENSI
Panduan aktifis Harokah, Pustaka Al Ummah
Nabil bin Abdurrahman, Rencana penghapusan Islam dan pembantaian Kaum Muslimin di abad modern.
REFERENSI
Ziyad Abbas (ed.), Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan sosial, Pustaka Panjimas
Dr. Muhammad Ali Hasyimi, Apakah Anda Berkepribadian Muslim?,hal 24-28, GIP
Muna Hadad Yakan, Hati-hati terhadap Media yang Merusak Anak, hal. 38-40, GIP
Isnet “Urgensi Akhlak 1”
Materi Diskusi Mentoring KARISMA, Akhlak


4. Mutaba`ah

Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Silakan diisi sebagaimana keadaan saudara yang
sesungguhnya.

No Pertanyaan T R Y
1. Apakah saudara paham urgensi Ma`rifatullah
2. Apakah saudara tahu manfaat Ma`rifatullah
3. Apakah saudara memahami jalan Ma`rifatullah
4. Apakah saudara sudah mencoba cara/jalan itu
5. Apakah saudara mengetahui penghalang Ma`rifatullah
6. Apakah saudara sudah berusaha menghindari penghalang-penghalang itu
7. Apakah saudara pernah melakukan hal-hal yang membuktikan kalau kita ingin mencintai dan dicintai Allah
8. Apakah saudara tahu keuntungan dicintai Allah
9. Apakah saudara sudah menjadikan Allah segalanya dalam hidup

Dari pertanyaan di atas, point apa yang jawabannya tidak ?
……………………………………..………………….
……………………………………..………………….
……………………………………..………………….

Apa kendalanya ?
……………………………………..………………….
……………………………………..………………….
……………………………………..………………….


Tulislah apa yang akan saudara lakukan hari ini setelah membaca bab ini !
1. ……
2. ……
3. ……

Tulislah rancangan implementasinya
……………………………………..………………….

1. Mutabaah

No. Sikap Diri SS S AS KS TS
1. Saya menerima dan tunduk sepenuhnya kepada Islam, sehingga tidak menjalankan pedoman hidup dalam kehidupanya kecuali AlIslam.
2. Saya memahami Islam adalah pedoman hidup yang sempurna (dalam ruang, waktu dan semua aspek kehidupan) yang mengatur semua lini dan dimensi hidup dan kehidupan manusia.
3. Sebagai konsekwensi atas ke-Islaman saya, saya siap membela agama ini kapanpun dan dimanapun, serta siap menyerahkan diri secara totalitas untuk menerima dan tunduk sepenuhnya diatur dibawah aturan-aturan Islami

2. Maroji'
Abul A'la al-Maududi, Prinsip-prinsip Islam
Sa'id Hawwa, Al-Islam jilid 1 dan 2
Yusuf Qardhawi, Karakteristik

1. Mutabaah

No. Sikap Diri SS S AS KS TS
1. Saya memahami Rasulullah saw. adalah pembawa Risalah sekaligus pemberi teladan dalam pelaksanaanya.
2. Saya berkomitmen meperjuangkan dan meneruskan Risalah yang dibawa Rasulullah semampu yang saya bisa.
3. Saya akan senantiasa meneladani Rasulullah dalam segala sisi dan dimensi kehidupan Beliau
4. Saya siap sepenuh hati melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap Rasul saw.


2. Maroji'
Sa'id Hawwa, Ar-Rasul

1 komentar:

Share it

Entri Populer